Jenazah Pelatih Valencia Fernando Martin Ditemukan

Posted on

Tim SAR gabungan menemukan jenazah laki-laki diduga pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 08.45 Wita. Korban ditemukan mengapung di permukaan air pada hari kesepuluh atau hari terakhir pencarian.

Keluarga Fernando juga telah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan itu adalah pelatih Valencia FC. “Father is found (Fernando yang ditemukan),” kata salah satu keluarga di Posko Operasi SAR di Pelabuhan Marina Labuan Bajo dilansir detikBali.

Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah memastikan jenazah itu adalah Fernando. “Ya betul (pelatih tim B sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras). Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra.

Jenazah Fernando itu ditemukan di Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo. Jenazah kemudian diperiksa dan diidentifikasi lebih lanjut di RSUD Komodo.

“Masih dilakukan visum et repertum serta proses identifikasi oleh tim medis dan Biddokkes Polda NTT sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI),” kata Henry.

“Kabiddokkes menyampaikan bahwa identifikasi korban dengan mencocokkan data AM dan PM, baik primer maupun sekunder sudah sesuai dengan protokol DVI interpol,” Henry meneambahkan.

Jenazah ditemukan pertama kali oleh kapal KPC 2007 Dit Polairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam foto dan video yang diperoleh detikBali, jenazah tersebut terombang-ambing di permukaan laut yang tenang.

Jenazah ditemukan dalam posisi telungkup. Kedua kakinya terbuka dan tangannya dalam posisi melebar.

Sementara itu, hingga kini, dua putra Fernando belum ditemukan.

Fernando dan keluarganya adalah korban tenggelam kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Jumat (26/12). Mereka liburan di Labuan Bajo dan menyewa kapal pinisi.

Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko menegaskan seluruh unsur SAR tetap dikerahkan secara maksimal, baik melalui penyisiran laut, patroli perairan, maupun dukungan peralatan SAR, untuk mempercepat proses pencarian.

“Kami juga mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Padar dan perairan sekitarnya agar segera melapor kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan korban atau bangkai kapal,” ujar Rudi.

***

Selengkapnya klik di detikBali.