Iran menutup wilayah udaranya untuk sebagian besar penerbangan seiring meningkatnya ketegangan dengan AS. Iran menutup wilayah udaranya pada hari Rabu untuk sebagian besar penerbangan di tengah aksi demo dan ketegangan yang meningkat dengan AS.
Mengutip situs pemantauan penerbangan, FlightRadar24, Peringatan Pemberitahuan untuk Misi Udara atau NOTAM dikeluarkan oleh Iran pada 14 Januari dan melarang semua penerbangan kecuali penerbangan internasional ke dan dari Iran yang sudah diberi izin terlebih dulu.
Peta lalu lintas udara di atas Iran dan wilayah sekitarnya, menunjukkan banyak penerbangan dialihkan di sekitar wilayah udara Iran. Hanya lima pesawat yang terlihat di atas wilayah udara Iran pada saat NOTAM dikeluarkan, menurut situs web pelacakan penerbangan tersebut.
Penutupan sementara itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa ia puas Iran tidak mengeksekusi demonstran anti-pemerintah dan menyiratkan tindakan militer AS terhadap Iran tidak akan segera terjadi.
“Kami telah diberi tahu bahwa pembunuhan di Iran telah berhenti. Sudah berhenti. Sudah berhenti, dan tidak ada rencana untuk eksekusi,” kata Trump seperti dilansir dari New York Post.
“Jadi saya telah diberi tahu bahwa dari sumber yang terpercaya – kita akan mengetahuinya. Saya yakin jika itu terjadi, kita semua akan sangat kecewa, tetapi informasi bahwa pembunuhan telah berhenti, eksekusi telah berhenti, mereka tidak akan melakukan eksekusi, baru sampai ke telinga saya,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memastikan tidak akan ada pendemo yang dihukum gantung hari ini atau besok. Araghchi memastikan tidak ada eksekusi mati.
Hal tersebut disampaikan Araghchi saat wawancara dengan stasiun televisi AS Fox News. Araghchi menegaskan bahwa 10 hari demonstrasi damai itu diikuti oleh tiga hari kekerasan yang diatur oleh Israel, dia mengatakan saat ini demonstrasi sudah berjalan tenang.
“Saya dapat memberi tahu Anda, saya yakin bahwa tidak ada rencana untuk hukuman gantung,” kata Araghchi sebagaimana dilansir AFP, Kamis (15/1/2026).
Begitu Iran menutup wilayah udaranya, Inggris mengeluarkan peringatan yang menyarankan untuk menghindari semua kecuali yang penting bagi Israel di tengah ketegangan di Timur Tengah.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus melakukan komunikasi dan asesmen dengan KBRI Tehran mengenai perkembangan situasi dan kondisi WNI di Iran. Kemlu menyebutkan kota tempat mayoritas WNI tinggal, seperti di Qom dan Isfahan, terpantau tidak ada gangguan keamanan yang signifikan.
“Berdasarkan komunikasi KBRI Tehran dengan para WNI di berbagai wilayah di Iran, kota-kota simpul utama komunitas WNI seperti Qom dan Isfahan relatif tidak terdapat gangguan keamanan yang signifikan. WNI di Iran sebagian besar berstatus sebagai pelajar/mahasiswa di berbagai lembaga pendidikan di Iran, khususnya di Kota Qom,” tulis pernyataan Kemlu, Senin (12/1/2026).
Kemlu mendapat laporan belum diperlukan evakuasi terhadap WNI di sana. Meski begitu, Kemlu mengantisipasi jika situasi konflik meningkat.






