Seorang penumpang perempuan viral setelah rekaman dirinya berteriak di tengah penerbangan beredar di sosial media. Netizen menuduh dia berpura-pura demi konten.
Dilansir dari mothership, Kamis (15/1/2026), wanita dengan akun TikTok @_youmia di TikTok dan disapa Mia mengunggah video pada 13 Januari. Video itu menceritakan saat dia terkena serangan panik dalam penerbangan.
Mia, yang seorang warga Korea dan tinggal di Singapura, mengawali video itu dengan menikmati makanannya hingga kemudian memasuki babak merasa cemas saat turbulensi melanda.
Yang menarik perhatian penonton adalah teriakannya di salah satu bagian video saat pesawat mengalami turbulensi. Warganet menilai aksinya akal-akalan, bukan benar-benar panik.
Banyak yang mengejeknya karena merekam diri sendiri saat mengalami serangan panik. Netizen juga menilai responsnya terhadap turbulensi itu dibuat-buat.
Netizen menilai Mia tampak melirik kameranya sebelum berteriak. Mereka pun menuduh Mia memalsukan kejadian tersebut.
Warganet lain mempertanyakan mengapa dia memasang kamera untuk merekam dirinya sendiri jika ia benar-benar mengalami kecemasan penerbangan.
Banyaknya komentar negatif dalam videonya yang sudah ditonton lebih 5 juta tayang ini, Mia akhirnya membuat video klarifikasi.
Dia mengatakan pernah menjadi penumpang penerbangan SQ321 yang mengalami turbulensi hebat pada 2024. Penerbangan SQ321 itu anjlok sekitar 54 meter dalam waktu kurang dari lima detik.
Insiden tersebut menyebabkan seorang pria Inggris berusia 73 tahun meninggal dan lebih dari 100 penumpang terluka. Mia mengatakan saat itu dia berada di toilet. Akibatnya, dia mengalami patah tulang belakang.
Untuk mendukung pernyataan itu, Mia memperlihatkan foto rontgen tulang belakangnya serta foto dirinya di rumah sakit.
“Dalam pikiran saya, saya bahkan tidak bisa menganggapnya sebagai turbulensi, saya pikir pesawat benar-benar jatuh,” katanya.
Mia mengatakan pengalaman itu membuatnya sangat paranoid tentang sensasi pesawat yang menukik saat turbulensi, yang membuatnya berteriak selama penerbangan terakhirnya.
Dia menambahkan bahwa rasa takut terbang adalah masalah nyata dan meminta netizen untuk tidak terlalu cepat menghakimi.
“Saya rasa kita tidak boleh meremehkan rasa takut siapa pun hanya karena kita tidak mengalaminya, dan rasa takut terlihat berbeda bagi setiap orang,” kata dia.






