Iran kembali membuka ruang udaranya setelah sempat ditutup hampir lima jam akibat meningkatnya kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer antara Amerika Serikat dan Iran. Penutupan tersebut menyebabkan sejumlah maskapai membatalkan, mengalihkan rute, atau menunda penerbangan.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Berdasarkan pemberitahuan di situs Federal Aviation Administration (FAA) Amerika Serikat, Iran menutup ruang udaranya pada Rabu pukul 17.15 waktu setempat (2215 GMT). Selama penutupan, hanya penerbangan internasional dari dan menuju Iran yang memiliki izin resmi yang diperbolehkan melintas.
Penutupan ruang udara itu dilakukan di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan, yang memicu kekhawatiran terhadap keselamatan penerbangan sipil.
Namun, pembatasan tersebut dicabut beberapa jam kemudian. Menurut data layanan pelacakan penerbangan Flightradar24, pemberitahuan penutupan ruang udara dihapus sesaat sebelum pukul 22.00 waktu setempat (0300 GMT).
Tak lama setelah itu, sejumlah penerbangan mulai kembali melintasi wilayah udara Iran. Tercatat, setidaknya lima penerbangan dari maskapai Iran seperti Mahan Air, Yazd Airways, dan AVA Airlines menjadi penerbangan awal yang kembali beroperasi di wilayah tersebut.
Kondisi negara Iran memanas sejak akhir tahun 2025 dengan deretan protes demonstran terhadap kebijakan negara. Serta meningkatnya ketegangan dengan AS membuat Iran memutuskan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan komersil.
Dilansir dari Fox News, saat wilayah udara tertutup, hanya penerbangan internasional dengan izin sebelumnya yang bisa masuk ke negara tersebut. Tidak lama setelah penutupan wilayah udara kedutaan besar AS di Yerusalem, Qatar, dan Kuwait mengeluarkan peringatan keamanan yang menyarankan ‘peningkatan kewaspadaan’, membatasi perjalanan yang tidak penting ke Pangkalan Udara Al Udeid, dan untuk sementara menghentikan pergerakan ke fasilitas di Camp Arifjan, Camp Buehring, Pangkalan Udara Ali Al Salem, dan Camp Patrio.
Kantor Luar Negeri Inggris (FCDO) juga mengeluarkan peringatan yang menyarankan untuk menghindari semua perjalanan kecuali perjalanan penting ke Israel.
“Ada peningkatan risiko ketegangan regional. Eskalasi dapat menyebabkan gangguan perjalanan dan dampak tak terduga lainnya,” tulis para pejabat dalam peringatan tersebut.
Dikutip dari Guardian, Inggris juga menutup sementara kedutaan di Teheran.
“Kami telah menutup sementara kedutaan besar Inggris di Teheran, ini sekarang akan beroperasi secara jarak jauh. Saran perjalanan dari Kementerian Luar Negeri telah diperbarui untuk mencerminkan perubahan konsuler ini,” kata jubir pemerintahan Inggris.
CNBC memberitakan, beberapa maskapai penerbangan telah membatalkan atau mengubah rute penerbangan ke Teheran dalam beberapa hari terakhir. Maskapai penerbangan terbesar India, IndiGo, mengatakan pada hari Kamis bahwa beberapa penerbangan internasionalnya akan terpengaruh oleh penutupan wilayah udara Iran.
Awal pekan ini, Jerman memperingatkan maskapai penerbangannya untuk tidak memasuki wilayah udara Iran. Grup Lufthansa mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak hingga pemberitahuan lebih lanjut, dengan beberapa penerbangan dibatalkan.
AS telah melarang semua penerbangan komersial Amerika untuk melintasi Iran. Maskapai penerbangan, termasuk Emirates, Qatar Airways, dan Turkish Airlines juga telah membatalkan beberapa penerbangan ke Iran selama seminggu terakhir.
Kondisi Iran berdasarkan pernyataan Kedubes RI di Iran
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran secara resmi mengeluarkan surat imbauan bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap maupun sedang berada di Iran.
Imbauan itu diterbitkan pada Kamis (15/1/2026) untuk menyikapi perkembangan situasi keamanan terkini di dalam negeri Iran maupun kawasan regional.
Melalui dokumen resmi tersebut, KBRI Teheran meminta masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan diri dan keluarga, tetapi diimbau untuk tetap bersikap tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Tujuh Poin Arahan Penting dari KBRI
Dalam surat yang ditandatangani di Teheran tersebut, terdapat tujuh poin utama yang ditekankan bagi para WNI:
Langkah itu diambil sebagai bentuk perlindungan dan upaya proaktif pemerintah Indonesia dalam memastikan keamanan warganya di tengah situasi yang dinamis di wilayah tersebut.






