Mengunjungi Museum Wayang di kawasan Kota Tua Jakarta menjadi pengalaman yang menarik sekaligus membuka wawasan tentang kekayaan budaya Indonesia.
Museum yang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 ini menyimpan beragam koleksi wayang dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan hingga mancanegara. Bangunannya yang bergaya kolonial juga menambah kesan historis sejak pertama kali melangkahkan kaki ke dalam area museum.
Saat memasuki museum, suasana terasa tenang dan sedikit temaram, menciptakan nuansa khas ruang pameran budaya. Deretan etalase kaca berisi koleksi wayang tersusun rapi.
Mulai dari wayang kulit, wayang golek, wayang klitik, hingga wayang beber. Setiap wayang memiliki karakter dan keunikan tersendiri, baik dari bentuk wajah, warna, maupun detail ukirannya.
Harga tiket masuk Museum Wayang juga masih ramah di kantong, yaitu setiap hari Selasa-Jumat Rp 10 ribu per orang, Sabtu-Minggu Rp 15 ribu per orang, pelajar/mahasiswa dan anak Rp 5 ribu, wisatawan mancanegara Rp 50 ribu per orang.
Sedangkan untuk harga tiket rombongan minimal 30 orang adalah setiap Selasa-Jumat Rp 7.500 per orang, Sabtu-Minggu Rp 11.250 per orang, pelajar/mahasiswa dan anak-anak Rp 3.750. Tarif ini merupakan tarif retribusi yang ditentukan oleh unit pengelola museum seni Jakarta.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah wayang kulit dari Jawa yang dibuat dengan detail sangat halus. Motif ukiran dan pewarnaannya mencerminkan filosofi kehidupan, nilai moral, serta ajaran kebijaksanaan yang diwariskan turun-temurun.
Di beberapa sudut ruangan, tersedia papan informasi yang menjelaskan asal-usul wayang dan kisah yang biasa dibawakan dalam pertunjukannya, seperti Mahabharata dan Ramayana.
Tak hanya wayang dari Indonesia, Museum Wayang juga menampilkan koleksi wayang dari negara lain seperti Thailand, China, India, hingga Suriname. Hal ini menunjukkan bahwa seni wayang memiliki pengaruh dan perkembangan lintas budaya.
Melihat koleksi tersebut memberikan pemahaman bahwa wayang bukan sekadar hiburan, melainkan media pendidikan dan penyampai pesan sosial sejak dahulu. Di lantai lain museum, pengunjung dapat menemukan diorama serta informasi tentang tokoh-tokoh dalang terkenal.
Penjelasan mengenai peran dalang sebagai penggerak cerita sekaligus penyampai pesan moral membuat pengunjung semakin memahami betapa pentingnya peran seni pertunjukan wayang dalam masyarakat Jawa dan Nusantara secara umum.
Area museum yang cukup luas membuat pengunjung leluasa berkeliling tanpa merasa sesak. Beberapa sudut juga cocok dijadikan spot foto, terutama di bagian halaman dan lorong dengan arsitektur klasik.
Meski berada di kawasan wisata yang ramai, suasana di dalam museum tetap terasa nyaman untuk belajar dan merenung.
“Alasan berkujung ke museum wayang karena aku penasaran, liat di sosmed kan ini viral ya jadi mumpung lagi di kota tua sekalian mampir sini (museum wayang),” kata Gina, pengunjung asal Ciputat.
“Harganya terjangkau juga dikantong mahasiswa, kita bisa belajar macam-macam wayang dan juga didalam tadi ada perpustkaan juga,” tambah Gina.
Secara keseluruhan, kunjungan ke Museum Wayang Jakarta memberikan pengalaman edukatif yang berharga. Museum ini menjadi tempat yang tepat untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia sekaligus mengapresiasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam seni wayang.
Bagi pecinta sejarah, seni, maupun wisata budaya, Museum Wayang layak menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Jakarta.






