Tabrakan antara dua kereta cepat di Spanyol selatan menewaskan setidaknya 21 orang dan 100 orang terluka pada Minggu (18/1/2026) waktu setempat. Para penumpang menyebut momen itu sangat mengerikan.
Operator kereta Spanyol, Adif membeberkan bahwa kecelakaan terjadi ketika sebuah kereta cepat yang melaju dari Malaga menuju Madrid tergelincir dekat Adamuz dan menyeberang ke jalur lain. Ekor kereta itu menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga ikut tergelincir.
Seorang penumpang yang berada di kereta pertama, Lucas Meriako, menceritakan kepada La Sexta bahwa situasi saat itu begitu mencekam. Dai menyamakan dengan kejadian dalam film horor.
“Kami merasakan benturan sangat keras dari belakang, dan rasanya seluruh kereta seakan akan runtuh. Banyak orang terluka karena pecahan kaca,” Lucas dikutip dari euractiv, Senin (19/1).
Seorang jurnalis RNE, yang juga berada di kereta itu, mengatakan benturan terasa seperti gempa bumi. Dia mengatakan para penumpang menggunakan palu darurat untuk memecahkan kaca gerbong dan keluar dari kereta.
Seorang pejabat pemadam kebakaran, Francisco Carmona, menambahkan bahwa beberapa gerbong terpelintir, sehingga logam ikut tertekuk bersama penumpang di dalamnya.
“Kami bahkan harus mengeluarkan jenazah untuk mencapai orang yang masih hidup. Pekerjaan ini sulit dan rumit,” kata dia.
Media Spanyol melaporkan sekitar 400 orang berada di kedua kereta itu. Layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, seperti Cordoba, Sevilla, Malaga, dan Huelva, ditangguhkan setidaknya sepanjang Senin.
Pos bantuan juga disiapkan di stasiun-stasiun untuk membantu keluarga korban.
Pemerintah Spanyol menyatakan bahwa Raja Felipe VI dan Ratu Letizia menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban tewas. Mereka juga menyampaikan doa agar korban luka segera pulih.
Spanyol memiliki jaringan kereta cepat terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, Sevilla, Valencia, dan Malaga.






