Hubungan Membaik, Minat Turis Thailand ke Korea Selatan Kembali Meningkat

Posted on

Popularitas Korea Selatan di kalangan wisatawan Thailand perlahan kembali pulih. Wisatawan tak lagi terganggu dengan kebijakan imigrasi yang sempat diperketat.

Kondisi itu tercermin dalam survei global terbaru yang dirilis Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel. Mengutip Bangkok Post, Sabtu (24/1/2026), dari laporan itu ditunjukkan tingkat ketertarikan warga Thailand terhadap Korsel tercatat mencapai 86,2% pada 2025.

Persentase itu melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 76,8%, Thailand menjadi salah satu dari 26 negara yang dilibatkan dalam survei tahunan tersebut. Total sekitar 13.000 responden dari berbagai negara dimintai pendapat mengenai citra Korea Selatan.

Survei dilakukan pada periode 1-31 Oktober tahun 2025 dan diumumkan pada Rabu (21/1) waktu setempat. Secara historis, citra Korea Selatan di mata wisatawan Thailand sebenarnya tergolong stabil dan positif. Pada 2022, tingkat persetujuan mencapai 89,6%, lalu sedikit menurun menjadi 88,8% pada 2023.

Namun, situasi berubah pada 2024 ketika popularitas Korea Selatan turun drastis hingga 12 poin persentase menjadi 76,8%. Pemerintah Korea Selatan tidak memberikan penjelasan khusus terkait penyebab penurunan tersebut.

Kendati begitu, momen penurunan itu bertepatan dengan meningkatnya kekecewaan warga Thailand akibat sejumlah pelancong mereka ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Korsel setibanya di bandara.

Rasa kesal itu kemudian meluas di media sosial. Tagar #bankorea sempat ramai digunakan dan menjadi simbol protes warga Thailand terhadap kebijakan imigrasi yang dinilai merugikan wisatawan mereka.

Di sisi lain, Korea Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan favorit bagi pekerja migran ilegal asal Thailand yang kerap dijuluki ‘hantu kecil’. Popularitas tersebut tak lepas dari kebijakan bebas visa bagi wisatawan Thailand.

Hubungan baik kedua negara sudah cukup lama terjalin. Thailand termasuk negara pertama yang mengirim pasukan untuk membantu Korea Selatan dalam Perang Korea pada 1950-1953.

Dalam laporan terbarunya, Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel menilai tren ini sebagai sinyal positif.

“Yang penting, Thailand telah mengatasi penurunan sementara popularitas tahun lalu dan sekarang berada di jalur pemulihan,” tulis kementerian tersebut.