Sebuah tarian sakral dipentaskan dalam acara Tingalan Jumenengan Mangkunegara X yang ke-4. Semua tamu yang hadir terbius akan kesakralan tarian itu.
Tari Bedhaya Anglir Mendhung mengiringi rangkaian acara Tingalan Jumenengan KGPAA Mangkunegara X. Tarian ini dibawakan sesaat setelah Mangkunegara X miyos atau duduk di Ndalem Ageng, Puro Mangkunegaran.
Dari pantauan di lokasi, KGPAA Mangkunegara X mengenakan ageman (pakaian) berwarna hitam. Sebelum duduk, Mangkunegara X sempat menyapa para tamu undangan yang berada di Ndalem Ageng.
Selanjutnya, Tari Bedhaya Anglir Mendhung ditarikan oleh tujuh orang penari. Prosesi tarian dibuka dengan pembacaan surah Al-Fatihah sebelum ketujuh penari muncul dari Paringgitan.
Dikutip dari akun Instagram resmi @puromangkunegaran, Bedhaya Anglir Mendhung merupakan tarian sakral yang hanya dipentaskan pada saat Tingalan Jumenengan. Tarian ini mengisahkan tentang perjuangan legendaris KGPAA Mangkunegara I.
“Tari Bedhaya Anglir Mendhung merupakan tarian pusaka Mangkunegaran yang hanya ditampilkan untuk acara Tingalan Jumenengan yang dibawakan oleh 7 orang penari gadis. Tari ini menjadi tarian pusaka Mangkunegaran sebab mengisahkan perjuangan K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I,” tulis akun tersebut sebagaimana dikutip detikJateng, Selasa (27/1/2026).
Kesakralan tarian ini dijaga ketat melalui berbagai pakem. Sebelum pentas, para penari wajib menjalankan serangkaian ritual, seperti puasa, meditasi, hingga berziarah ke Astana Mangadheg, Astana Girilayu, dan Astana Oetara sebelum tampil di hari H Tingalan Jumenengan.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Pelaksana Tingalan Jumenengan Dalem Kaping 4, G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo, menjelaskan bahwa rangkaian acara meliputi prosesi ritual adat Tingalan Wiyosan Jumenengan Dalem.
Acara dimeriahkan dengan penampilan bergodo prajurit atau Royal Defile, Tari Bedhaya Anglir Mendhung, hingga alunan klenengan gamelan.
“Selain itu, R.Ngt.T. Dr. Peni Candra Rini juga akan memberikan sebuah persembahan khusus pada Tingalan Jumenengan K.G.P.A.A. Mangkunegara X,” ujarnya melalui keterangan tertulis.
Ia menambahkan bahwa Tingalan Jumenengan yang dilaksanakan setiap tahun selalu membawa tema yang menekankan pada visi Mangkunegaran.
“Setiap tahun, Tingalan Jumenengan menghadirkan tema dan penekanan yang mencerminkan visi Mangkunegaran agar selaras dengan perkembangan zaman, sebagaimana disampaikan melalui Sabda Dalem K.G.P.A.A. Mangkunegara X,” pungkasnya.
——-
Artikel ini telah naik di detikJateng.






