Airlangga Beberkan Pariwisata Jadi Mesin Devisa Baru Indonesia

Posted on

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sektor pariwisata menghasilkan devisa senilai USD 13,82 miliar atau sekitar Rp 232 triliun selama kuartal III-2025. Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 3,96% dan penyerapan puluhan ribu tenaga kerja.

Data itu dipaparkan Airlangga saat menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait Kepariwisataan Tahun 2026 di Kantor Kementerian Pariwisata.

“Sektor pariwisata menunjukkan tren pemulihan yang sangat kuat, dapat dilihat hingga kuartal ketiga tahun 2025 kontribusi sektor itu terhadap PDB mencapai 3,96%. Indikator devisa pariwisata pada periode sama mencapai USD13,82 miliar, yang didukung oleh total penyerapan tenaga kerja pariwisata sebesar 25,91 juta orang,” ujar Airlangga dalam unggahannya di Instagram resmi @airlanggahartarto_official, Rabu (14/1/2026).

Sementara itu, per November 2025, jumlah total kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yakni sebesar 13,98 juta. Pada periode kuartal III-2025, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan tercatat sejumlah USD 1.259.

Kunjungan wisman tertinggi dari Malaysia, yakni sebanyak 17,3%, kemudian diikuti oleh wisatawan asal Australia sebanyak 11,3%, lantas Singapura sebanyak 10,5%, dan China sebanyak 8,8%.

Dalam Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut juga disepakati beberapa pilar utama untuk penguatan sektor pariwisata, di antaranya mengakselerasi infrastruktur dan konektivitas. Langkah itu dilakukan dengan mendorong konektivitas antar bandara yang sudah ada dengan beberapa bandara yang baru dibuka.

Pemerintah pusat juga akan mengadakan program bersama dengan pemerintah daerah untuk menggenjot kunjungan di daerah destinasi prioritas. Selain itu, juga akan dilakukan penyederhanaan akses masuk dengan mengevaluasi kebijakan visa kunjungan wisman.

Selanjutnya, dilakukan transformasi tata kelola dan digitalisasi yakni dengan memperbaiki ekosistem penyelenggaraan event di berbagai daerah dalam negeri melalui perizinan terintegrasi, kemudian tentang penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata.

Pemerintah juga memastikan dukungan fiskal melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak (PPh DTP) kepada para tenaga kerja pariwisata di tahun 2025-2026. Dalam hal penguatan SDM dan pembiayaan pariwisata akan ditingkatkan daya saing tenaga kerja melalui program upskilling dengan target 400 ribu orang per tahun.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sektor pariwisata Indonesia seharusnya menjadi penghasil devisa terbaik bagi negara. Hanya saja, dia heran selama ini pemerintah daerah seringkali membiarkan kota-kotanya terlihat kumuh.

Dia mengatakan kondisi itu membuat wisatawan enggan berkunjung ke Indonesia. Padahal, pariwisata bisa menjadi sumber uang bagi masyarakat.

“Salah satu penghasil devisa, uang, yang paling bagus adalah pariwisata. Bagaimana kita berharap wisatawan asing datang ke Indonesia kalau kota-kota kita kumuh. Kalau desa-desa kita tidak bersih,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam akad massal KPR FLPP di Serang, ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (20/12/2025).

Prabowo berencana mengumpulkan kepala daerah untuk memaksimalkan potensi pariwisata di daerah sehingga bisa menimbulkan mesin ekonomi baru, bahkan menambah devisa di awal tahun ini.

“Jadi, ini nanti habis tahun baru saya akan kumpulkan semua bupati wali kota dan gubernur. Kita brainstorming, kita rembuk,” ujar Prabowo.

***

Selengkapnya klik di detikFinance.