AS, Prancis, Hingga Jepang Ingatkan Warganya di Indonesia Jauhi Kerumuman

Posted on

Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Jepang mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga negaranya yang berada di Indonesia setelah terjadi aksi massa demonstrasi dalam beberapa hari terakhir.

Kedutaan Besar AS di Jakarta menyampaikan peringatan keamanan berupa peringatan demonstrasi melalui situs resmi sejak Kamis (28/8/2025) dan diperbarui setiap hari. Peringatan masih disampaikan hingga Sabtu (30/8).

Dalam situs itu disampaikan titik demonstrasi dan buka tutup jalan tol ke Bandara Soekarno Hatta. Juga tentang imbauan untuk menyediakan waktu ekstra jika hendak menuju bandara.

Kedubes AS juga menyampaikan saran bagi warga untuk menghindari area sekitar lokasi demonstrasi, memantau media lokal untuk mendapatkan pembaruan informasi, menghindari kerumunan, memberi kabar kepada teman dan keluarga mengenai kondisi terkini, mewaspadai keadaan sekitar, mengenali rute alternatif menuju lokasi yang sering dituju dan siapkan rencana untuk menghindari gangguan lalu lintas, dan waspada saat berada di lokasi yang sering dikunjungi wisatawan.

Senada, Kedutaan Besar Kanada di Jakarta juga meminta warganya yang ada di Indonesia untuk menjauhi kerumunan dan lokasi-lokasi yang jadi titik demonstrasi.

“Berhati-hatilah di Indonesia karena adanya ketegangan politik dan sosial serta ancaman terorisme di seluruh negeri,” imbauan yang diperbarui pada 29 Agustus.

Kedutaan Besar Prancis di Jakarta menyampaikan imbauan tersebut di akun media sosial Instagram @franceinindonesia pada Sabtu (30/8).

“Pesan untuk warga Prancis yang berada di Indonesia. Mengingat aksi protes yang sedang berlangsung di berbagai kota di Indonesia, warga negara Prancis yang berada di wilayah Indonesia diimbau tetap waspada dan berhati-hati dalam perjalanan, mengikuti instruksi yang diberikan oleh otoritas setempat, dan menghindari area berisiko serta yang dibatasi,” demikian pernyataan Kedubes Prancis.

Tak cuma Prancis, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia juga mengeluarkan imbauan serupa. Dalam rilis resmi yang diunggah di akun Facebook Kedubes Jepang, mereka menyebut demonstrasi terjadi pada 29 Agustus di berbagai wilayah termasuk Jakarta.

Kedubes Jepang juga menilai ada kemungkinan demo berlanjut mengingat sejumlah ajakan di media sosial masih beredar.

“Harap menahan diri, menjauhi fasilitas polisi dan sekitar gedung DPR dan DPRD. Jika anda berada di dekat area demonstrasi, harap untuk segera meninggalkan lokasi itu,” demikian pernyataan Kedubes Jepang.

Selain Jepang dan Prancis negara tetangga RI, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina sudah lebih dulu mengeluarkan imbauan serupa.

Aksi massa demonstrasi memang sedang terjadi di Indonesia. Awalnya, mahasiswa menolak kenaikan tunjangan anggota DPR dan pajak.

Demo kemudian berlanjut pada 28 Agustus menyerukan tuntutan yang sama, ditambah tuntutan buruh. Di Jakarta unjuk rasa berlangsung panas, polisi merespons dengan menembak gas air mata dan meriam air.

Aksi massa meluas setelah pada kendaraan taktis (rantis) Brimob coba membubarkan masa, tapi berujung menabrak dan lindas pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada Kamis malam.

Pada Jumat (29/8), demo makin meluas ke beberapa kota, seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, hingga Makassar. Warga menuntut keadilan dan serukan kekecewaan atas tindakan aparat kepada masyarakat sipil.