Sebuah penerbangan IndiGo harus melakukan pendaratan darurat. Sebuah ancaman bom ditemukan di tisu toilet.
Penerbangan domestik dari Delhi ke Bagdogra, Bengal itu terjadi pada Minggu (18/1/2026). Pilot melakukan pendaratan darurat di Bandara Lucknow, seperti dikutip dari The Hindustan.
Tim penjinak bom, badan keamanan, dan otoritas bandara sedang melakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh terhadap penerbangan yang membawa 222 penumpang. Penerbangan itu juga membawa delapan bayi dan dua pilot serta lima awak pesawat.
“Semua penumpang dan awak pesawat berhasil dievakuasi dengan selamat,” kata para pejabat.
Menurut para pejabat, Pengontrol Lalu Lintas Udara (ATC) menerima informasi sekitar pukul 08.46 waktu setempat tentang ancaman bom pada penerbangan IndiGo 6E-6650. Petugas bertindak berdasarkan peringatan tersebut dengan mengikuti protokol keamanan yang telah ditetapkan.
Pesawat dialihkan dan melakukan pendaratan darurat yang aman di bandara Lucknow pada pukul 09.17 waktu setempat.
Menurut pernyataan pers yang dikeluarkan oleh komisariat kepolisian Lucknow, setelah mendarat, pesawat segera diparkir di area isolasi.
“Dalam pemeriksaan awal, ditemukan catatan tulisan tangan di selembar kertas tisu bertuliskan “Plane mein bomb” (bom di dalam pesawat),” kata polisi.
Investigasi lebih lanjut dan tindakan hukum sedang dilakukan. Situasi keamanan dan ketertiban tetap normal dan terkendali.
Ancaman bom di maskapai ini bukan yang pertama kali. Pada tahun lalu, IndiGo menerima ratusan ancaman bom lewat platform X. Ratusan penerbangan dan ribuan penumpang terdampak. Maskapai itu rugi banyak karena melakukan penerbangan darurat di berbagai negara dalam satu hari.
