Bandung masih jadi pusat industri kreatif di libur tahun baru ini. Ada dua tempat yang jadi sorotan yaitu kawasan Braga dan Pasar Cihapit.
Momentum libur Tahun Baru menjadi kesempatan penting bagi pegiat ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya dan IP (Intellectual Property) lokal kepada wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
“Ruang-ruang kreatif di daerah menjadi etalase penting bagi para seniman dan pembuat karya bisnis kreatif, sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai kota kreatif yang terus berkembang,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dikutip dari Antara, Senin (5/1/2026).
Menekraf menegaskan kementerian yang dia pimpin berperan sebagai akselerator sekaligus enabler bagi pegiat ekonomi kreatif di daerah, melalui kolaborasi hexahelix antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan lembaga keuangan.
“Strateginya jelas, local hero kita dorong naik ke tingkat nasional, dan yang sudah kuat di tingkat nasional kita dorong ke pasar global. Dengan penguatan dari daerah, karya dan IP lokal akan memiliki daya saing yang berkelanjutan,” tambah Menekraf.
Menteri Ekraf Riefky juga meninjau pelaku subsektor fesyen dan ritel ekonomi kreatif di kawasan Cihapit. Kehadiran Damakara sebagai jenama fesyen lokal serta Grammars sebagai ruang ritel fesyen dan gaya hidup dengan produk kurasi kreatif menunjukkan keberagaman produk kreatif dalam satu kawasan pasar.
Riefky menilai keberadaan berbagai subsektor dalam satu ruang pasar memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan bagi pengunjung. Aktivitas pasar ekonomi kreatif selama libur Nataru turut mendorong geliat wisata ekraf dan UMKM, dengan fokus utama pada optimalisasi pasar ekraf sebagai bagian dari Asta Ekraf.
“Melalui pasar ekonomi kreatif, produk dan bisnis lokal semakin dikenal dan dibeli masyarakat. Dari daerah inilah ekonomi kreatif akan tumbuh menjadi the new engine of growth,” tutup Riefky.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.






