CEO Ryanair Michael O’Leary dan miliarder teknologi Elon Musk akhir-akhir ini jadi perbincangan setelah saling melontarkan sindiran terkait keputusan maskapai untuk tidak menggunakan produk internet satelit Starlink milik Musk.
Perseteruan antara keduanya semakin memanas setelah O’Leary menyebut Musk sebagai “idiot” dan mengatakan bahwa penggunaan Starlink untuk menyediakan wifi gratis bagi penumpang akan membuat maskapai itu buang-buang duit.
Musk kemudian membalas O’Leary dengan menyebut O’Leary ‘menyebalkan’ dan ‘idiot’, dan membuat polling mengenai apakah dia harus membeli maskapai Ryanair dan hasilnya hampir semua orang meminta Musk membeli Ryanair.
Tak disangka perdebatan itu malah bikin penjualan tiket maskapai bujet Eropa itu naik 2-3 persen dalam lima hari terakhir. O’Leary lantas berterima kasih kepada Elon Musk atas semua publisitas tambahan yang dibawa oleh perselisihan online mereka kepada maskapai penerbangannya.
Pada konferensi pers hari Rabu, seperti dilansir BBC, Kamis (22/1/2026), O’Leary mengatakan bahwa ia tidak tersinggung oleh sindiran Musk, dia sudah terbiasa dengan keempat anaknya yang remaja dan banyak orang lain.
Ia juga mengatakan bahwa Musk bebas untuk berinvestasi di saham Ryanair, tetapi berdasarkan hukum Uni Eropa, Musk tidak dapat memiliki mayoritas saham maskapai penerbangan Eropa.
Musk adalah orang terkaya di dunia dengan perkiraan kekayaan bersih $769 miliar (£573 miliar), dan O’Leary menjalankan maskapai penerbangan tersibuk di Eropa. Keduanya dikenal sering mencari perhatian media dengan bahasa yang keras dan pernyataan yang provokatif.
O’Leary mengatakan pada konferensi pers bahwa timnya akan pergi ke kantor X di Dublin untuk memberikan Musk tiket Ryanair gratis sebagai ucapan terima kasih atas “dorongan luar biasa” dalam publisitas yang telah ia dapatkan.
“Jika dia ingin menyebut saya idiot, dia bukan yang pertama, dan dia tentu bukan yang terakhir. Tetapi jika itu membantu meningkatkan penjualan Ryanair, Anda bisa menghina saya sepanjang hari, setiap hari,” ujar O’Leary.
O’Leary menambahkan bahwa biaya pemasangan Starlink di pesawatnya akan mencapai €250 juta untuk memasang semua peralatan yang diperlukan – dan akan meningkatkan biaya bahan bakar sebesar €100 juta per tahun. Ia memperkirakan hanya 5% penumpang Ryanair yang akan membayar untuk wifi, sehingga pengembalian investasinya akan rendah.
Mengenai prospek Musk membeli maskapai penerbangan Irlandia tersebut, O’Leary mengatakan perusahaannya adalah perusahaan publik. “Ia bebas membeli saham kapan saja, tetapi warga negara non-Eropa tidak dapat memiliki mayoritas saham maskapai penerbangan Eropa. Jika ia ingin berinvestasi di Ryanair, kami pikir itu adalah investasi yang sangat baik,” ujarnya.
Musk telah mengemukakan ide untuk membeli Ryanair beberapa kali di X dalam seminggu terakhir, tetapi maskapai penerbangan yang berbasis di Uni Eropa harus mayoritas dimiliki oleh orang-orang dari Uni Eropa, Swiss, Norwegia, Islandia, atau Liechtenstein.
O’Leary menyebut semua media sosial sebagai “tempat pembuangan sampah”, tetapi mengakui bahwa itu penting untuk pemasaran Ryanair. Perusahaan ini dikenal mengambil pendekatan yang unik di media sosial. Admin media sosialnya sering mengejek pelanggan dan orang-orang berpengaruh yang mengeluh tentang langkah-langkah penghematan biaya maskapai.
Minggu lalu, setelah maskapai penerbangan Jerman Lufthansa mengumumkan akan memasang Starlink di pesawatnya untuk menyediakan Wi-Fi gratis bagi semua penumpang, O’Leary mengatakan Musk sama sekali tidak tahu tentang aerodinamika penerbangan.
