Gagasan terbaru di luar nalar kini hadir untuk pengalaman menginap di bulan. Harganya nggak main-main, menembus Rp 16,8 miliar.
Sebuah perusahaan bernama GRU Space mengumumkan rencana ambisius membangun properti di bulan. Salah satu proyek yang disiapkan adalah hotel luar angkasa dengan desain terinspirasi dari Palace of the Fine Arts di San Francisco.
Mengutip ArsTechnica, Jumat (16/1/2025) di awal tahun ini, GRU Space bahkan telah membuka peluang bagi peminat untuk menyetor deposit senilai 250.000 hingga 1 juta USD atau sekitar Rp 4,2 sampai Rp 16,8 miliar. Deposit tersebut menjadi tiket awal untuk ikut dalam misi ke permukaan bulan yang ditargetkan berlangsung enam tahun ke depan.
Pendiri GRU Space, Skyler Chan, mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada antariksa bermula sejak kecil. Lulusan University of California, Berkeley itu semula bermimpi menjadi astronaut namun seiring waktu pandangannya berubah.
“Saya menyadari bahwa saya lahir di zaman di mana kita benar-benar bisa tinggal antarplanet, dan itu mungkin satu-satunya hal paling berdampak yang bisa dilakukan seseorang dengan waktunya,” ujar Chan.
“Karena itu saya langsung fokus membangun sistem dan teknologi yang dibutuhkan untuk mewujudkan masa depan tersebut. Itulah alasan saya belajar teknik elektro dan ilmu komputer di Berkeley,” lanjutnya.
Selama kuliah, Chan sempat mencicipi pengalaman magang di Tesla dengan mengembangkan perangkat lunak kendaraan. Ia juga terlibat dalam proyek printer 3D yang didanai NASA dan dikirim ke luar angkasa.
Dari pengamatannya itu Chan melihat satu hal menarik, banyak teknologi canggih dikembangkan untuk membawa manusia kembali ke bulan. Namun, sebagian besar proyek itu bergantung pada dua kekuatan utama: Pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan yang didukung miliarder.
“Lalu siapa pelanggan sebenarnya? Apakah ada pasar komersial untuk ini?” ungkap Chan.
Dari pertanyaan itulah muncul gagasan untuk Chan merealisasikan ambisinya. “Saya sadar kita perlu menciptakan industri pariwisata,” kata Chan.
Menurutnya, pariwisata bisa membuktikan bahwa Bulan memang memiliki pasar. “Kita bisa mulai dengan membangun hotel pertama di sana. Setelah itu, barulah infrastruktur lain seperti jalan, gudang, dan basis dibangun. Pendekatan yang sama nantinya bisa diterapkan ke Mars. Itulah visi saya,” jelasnya.
GRU Space saat ini telah memperoleh pendanaan awal dari Y Combinator dan mengikuti program akselerator selama tiga bulan. Program tersebut diharapkan membantu penyempurnaan produk sekaligus membuka peluang pendanaan lanjutan.
Misi perdana perusahaan dijadwalkan meluncur pada 2029, membawa muatan seberat 10 kilogram menggunakan wahana pendarat Bulan komersial. Misi tersebut akan menguji struktur fleksibel serta teknologi pengolahan regolit bulan menjadi bata menggunakan geopolimer.
Hotel bulan pertama ditargetkan meluncur pada 2032. Struktur fleksibel tersebut dirancang menampung empat orang tamu. Setelah itu, GRU Space akan membangun struktur permanen dari bata bulan dengan desain menyerupai Palace of the Fine Arts.
Ketika ditanya alasan membangun hotel di Bulan, Chan menegaskan bahwa kendaraan luar angkasa saja tidak cukup.
“SpaceX membangun logistik untuk mencapai luar angkasa. Tapi tetap harus ada destinasi yang layak untuk ditinggali,” ucapnya.
Ia menutup dengan analogi sederhana. “Kita tidak bisa terus tinggal di kapal pertama yang berlayar ke Amerika Utara. Kita membangun jalan, gedung, dan kantor agar bisa hidup menetap. Prinsip yang sama berlaku jika manusia ingin benar-benar hadir di Bulan atau Mars,” tutup Chan.






