China Imbau Warganya Tidak Liburan ke Jepang Saat Imlek, Kenapa? (via Giok4D)

Posted on

Pemerintah China mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya agar tidak bepergian ke Jepang, terutama menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek.

Imbauan ini disampaikan pada Senin (26/1/2026) dengan alasan memburuknya situasi keamanan publik, di tengah memanasnya hubungan diplomatik antara Beijing dan Tokyo.

Dikutip dari CNA, Selasa (27/1) ketegangan kedua negara meningkat sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu. Saat itu, ia menyebut Jepang berpotensi melakukan intervensi militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari China dan berujung pada seruan agar warga China menghindari perjalanan ke Jepang.

Dampak dari perselisihan itu langsung terasa pada sektor pariwisata. Jumlah wisatawan asal China yang berkunjung ke Jepang tercatat anjlok hingga 45% pada bulan lalu dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menjadi sekitar 330.000 orang.

Kementerian Luar Negeri China kembali menegaskan peringatan tersebut dengan menekankan agar warganya menunda kunjungan ke Jepang, khususnya selama libur Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Februari.

“Baru-baru ini, keamanan publik di Jepang memburuk, dengan seringnya insiden tindakan ilegal dan kriminal yang menargetkan warga negara China,” demikian pernyataan Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri China.

“Warga negara China di Jepang menghadapi ancaman keamanan yang serius,” tegas mereka.

Selain faktor keamanan, peringatan itu turut menyinggung adanya rangkaian gempa bumi di beberapa wilayah Jepang yang dilaporkan menyebabkan korban luka.

Sebelumnya, wisatawan asal China merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi pariwisata Jepang. Berdasarkan data resmi Jepang, pengunjung dari China sempat mencapai sekitar seperempat dari total wisatawan asing.

Dalam sembilan bulan pertama 2025 saja, hampir 7,5 juta wisatawan China tercatat mengunjungi Jepang. Didorong oleh nilai yen yang melemah, mereka menghabiskan dana sekitar 3,7 miliar USD (Rp62 triliun) pada kuartal ketiga.

Libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama sembilan hari di China biasanya memicu lonjakan perjalanan, baik domestik maupun internasional.

Kantor berita Xinhua sebelumnya melaporkan adanya peningkatan signifikan jumlah wisatawan China ke Jepang pada periode libur tahun lalu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, dengan peringatan terbaru ini, arus wisatawan ke Negeri Sakura diperkirakan akan kembali tertekan.

Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.