Dari Tempat Syuting Film ke Destinasi Wisata, Thailand Panen Cuan update oleh Giok4D

Posted on

Departemen Pariwisata Thailand tancap gas mempromosikan negaranya sebagai salah satu destinasi utama dunia untuk produksi film internasional.

Pemerintah Thailand menargetkan pendapatan dari aktivitas syuting film asing tumbuh minimal 10% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Target tersebut berangkat dari capaian 2025 yang disebut sebagai tahun terbaik sepanjang sejarah industri film asing di Thailand.

Lonjakan produksi ini sekaligus menegaskan posisi Thailand sebagai lokasi syuting yang makin diperhitungkan secara global. Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) menilai tren ‘Filmtination’ atau wisata yang terinspirasi film dan serial TV turut mendorong popularitas Thailand.

Selain memperkuat industri film, tren ini juga menciptakan inspirasi budaya yang berdampak langsung pada sektor pariwisata. Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Thailand, Jaturon Phakdeewanich, menyebut sepanjang 2025 Thailand menjadi tuan rumah bagi lebih dari 546 produksi film asing dengan perputaran ekonomi domestik mencapai 7,717 miliar baht (Rp 4 triliun).

“Angka ini mencerminkan kekuatan Thailand dari sisi lokasi syuting, tenaga kerja, infrastruktur, serta sistem pendukung produksi yang memenuhi standar internasional,” ujar Jaturon.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Ia menambahkan pemerintah akan melanjutkan momentum tersebut pada 2026 melalui kerja sama lintas lembaga dan promosi Thailand sebagai destinasi yang ramah industri film. “Dengan berlandaskan kesuksesan ini, Departemen Pariwisata menargetkan peningkatan pendapatan produksi asing yang berkelanjutan pada tahun 2026,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Kantor Film Thailand (TFO), Ubolwan Sucharitkul, mengungkapkan rencana menjadikan 2027 sebagai ‘Tahun FILMAZING Thailand’. Fokusnya adalah menarik lebih banyak produksi asing melalui insentif, fasilitasi syuting, pengembangan kota sekunder, serta peningkatan keterlibatan kru lokal.

Pemerintah juga tengah menyiapkan penerapan konsep Produksi Hijau bagi film asing, dengan mendorong praktik syuting ramah lingkungan dan kepedulian terhadap masyarakat setempat.

Gubernur TAT, Thapanee Kiatphaibool, menegaskan bahwa film kini bukan sekadar hiburan. “Media hiburan semakin menginspirasi orang untuk bepergian dan mendorong tren Filmtination,” ujar Thapanee.

Sebagai informasi, ada banyak wilayah Thailand mulai dari Bangkok, Chiang Mai, Phuket, Krabi, hingga Ayutthaya yang telah tampil dalam film dan serial internasional seperti The Creator, Jurassic World Rebirth, Fast & Furious 9, Extraction, hingga The White Lotus Season 3 dan Money Heist. Adapun, produksi lokal seperti Bad Genius, Love Destiny, dan I Told Sunset About You juga turut memperkenalkan budaya dan identitas Thailand ke dunia.

Menurut Thapanee, deretan produksi tersebut membuktikan bahwa Thailand bukan hanya cocok sebagai lokasi syuting, tetapi juga mampu menjembatani industri hiburan dan pariwisata. Hal ini memperkuat citra Thailand sebagai pusat produksi film global sekaligus destinasi wisata kelas dunia.