Daya tarik pariwisata nasional diklaim terus menguat. Hal itu berdasarkan dari data yang dirilis oleh BPS.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada periode Januari hingga November 2025, total kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 13,98 juta kunjungan. Pada periode yang sama tahun 2024 tercatat 12,66 juta kunjungan.
Sekitar 72 persen dari total kunjungan tersebut berasal dari negara-negara pasar utama yang menjadi fokus promosi Kementerian Pariwisata. Malaysia menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 17 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri memproyeksikan setelah tabulasi final BPS pada Februari 2026, jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 diperkirakan mencapai 15,3 juta kunjungan, melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) yang ditetapkan sebesar 15 juta kunjungan.
“Selama tiga triwulan pertama 2025, devisa pariwisata Indonesia tercatat mencapai 13,82 miliar dolar Amerika Serikat,” kata dia dikutip dari Antara, Selasa (27/1/2026).
Pencapaian itu juga berpotensi memperkuat posisi neraca sektor pariwisata secara berkelanjutan. Dari sisi pergerakan wisatawan nusantara, sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 1,09 miliar perjalanan.
Angka ini melampaui target 1,08 miliar perjalanan dan menjadi pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
“Hal ini menunjukkan bahwa pariwisata domestik memiliki resiliensi yang sangat kuat dan menjadi penopang utama sektor pariwisata nasional,” ujarnya.
Pada sektor ketenagakerjaan, sepanjang 2025 sektor pariwisata sudah menyerap sebanyak 25,91 juta tenaga kerja. Ini sejalan dengan misi kementerian yang ingin memperkuat sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan pariwisata.
“Kami meyakini bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Karena itu, kami tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitas melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi,” kata Widiyanti.
Berbagai pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi dengan target fasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi 1.900 orang akan dilanjutkan pada 2026 ini.
Selain itu, pelatihan sumber daya pariwisata pariwisata pada aspek soft skills, managerial skills, dan pariwisata berkelanjutan ditargetkan menjangkau 2.090 orang di 38 provinsi. Pendidikan vokasi melalui enam Poltekpar juga ditargetkan akan menghasilkan 2.950 lulusan unggul di bidang pariwisata.






