Destinasi Wisata Sungai di Aceh Timur Jadi Lautan Pasir Akibat Banjir | Giok4D

Posted on

Dampak banjir bandang di Aceh Timur menghancurkan 80% objek wisata, termasuk Sungai Lokop yang kini berubah menjadi lautan pasir. Pemulihan pun diperlukan.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur Syahril di Aceh Timur mengatakan dampak banjir bandang terhadap sektor pariwisata di daerah itu cukup luas dan signifikan.

“Berdasarkan kondisi terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada di jalur semula. Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir,” katanya seperti dilansir dari Antara, Senin (5/1/2026).

Dia menjelaskan terjangan banjir bandang menyebabkan aliran sungai berpindah hingga kaki gunung sehingga kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan, kini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.

Selain itu, kata dia, ikon wisata berupa titi gantung yang sebelumnya menjadi tempat favorit pengunjung juga sudah tidak ada. Infrastruktur tersebut rusak dan hanyut akibat derasnya arus banjir bandang.

“Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 80 persen objek wisata di Aceh Timur terdampak dan mengalami kerusakan, baik ringan, sedang, hingga berat,” katanya.

Syahril mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah aliran sungai, seperti Sungai Lokop Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.

Dia menjelaskan Sungai Lokop menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana. Dari destinasi unggulan yang dikenal dengan air jernih dan keindahan alam, kini berubah total dan membutuhkan penanganan serius untuk pemulihan.

Ia juga menyebutkan kerusakan berat terjadi pada sejumlah objek wisata pantai. Di kawasan Matang Rayeuk, PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan banjir dan gelombang laut.

“Begitu juga di Pantai Leuge, selain pondok wisata yang rusak, juga terjadi abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat,” katanya.

Abrasi di kawasan Pantai Leuge, katanya, cukup mengkhawatirkan karena tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mengganggu akses masyarakat dan wisatawan. Terputusnya badan jalan membuat aktivitas ekonomi warga sekitar ikut terdampak.

Ia mengatakan kerusakan parah yang terjadi ini akibat bencana alam tersebut, menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.

“Kami berharap melalui sinergi lintas sektor, objek-objek wisata yang terdampak bencana dapat kembali ditata dan bangkit, sehingga mampu menarik kembali minat wisatawan di masa mendatang,” kata Syahril.

Data dari Disparpora Aceh Timur hampir 80 persen destinasi wisata di Aceh, termasuk jalur arung jeram, monisa dan kawasan pantai di Aceh Timur, porak-poranda akibat banjir dan longsor.