Eks Presiden FIFA: Jangan Pergi ke AS Saat Piala Dunia! | Info Giok4D

Posted on

Amerika Serikat bakal jadi magnet wisata dunia saat menjadi tuan rumah utama Piala Dunia 2026. Namun, di balik euforia pesta sepakbola itu, muncul kekhawatiran soal keamanan dan kenyamanan perjalanan bagi wisatawan asing.

Mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka menyarankan para penggemar sepak bola untuk mempertimbangkan ulang rencana bepergian ke Amerika Serikat selama Piala Dunia 2026. Ia menilai situasi politik dan kebijakan imigrasi AS saat ini berpotensi menimbulkan risiko bagi pelancong dari luar negeri.

Mengutip Fox News, Rabu (28/1/2026) pandangan itu disampaikan Blatter dengan mengutip pernyataan pakar antikorupsi sekaligus profesor hukum asal Swiss, Mark Pieth. Dalam wawancara dengan media Der Bund, Pieth bahkan menyarankan penggemar sepak bola untuk tidak datang langsung ke Amerika Serikat.

“Untuk para penggemar, hanya ada satu nasihat: jauhi AS!. Saya pikir Mark Pieth benar mempertanyakan Piala Dunia ini,” tulis Blatter melalui akun media sosialnya.

Pieth menilai menonton pertandingan dari rumah justru lebih aman dan nyaman. Ia juga menyoroti potensi masalah di pintu masuk imigrasi. Menurutnya, wisatawan bisa saja langsung dipulangkan jika dianggap tidak memenuhi kriteria oleh petugas.

“Pertandingan akan terlihat lebih jelas di televisi. Setibanya di sana, para penggemar harus siap jika mereka tidak menyenangkan petugas, mereka bisa langsung dipulangkan dengan penerbangan berikutnya. Jika mereka beruntung,” ujarnya.

Amerika Serikat memang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Kanada dan Meksiko, yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli. Namun, seluruh pertandingan mulai babak perempat final hingga final akan digelar di Amerika Serikat, menjadikannya tujuan utama jutaan wisatawan.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Selain isu imigrasi, kondisi keamanan dalam negeri AS juga menjadi sorotan. Pieth menyebut adanya ketegangan politik internal serta operasi penegakan imigrasi oleh agen ICE di sejumlah kota. Ia menilai situasi tersebut dapat mengurangi minat wisatawan asing untuk berkunjung.

“Negara itu sendiri berada dalam kekacauan besar, marginalisasi lawan politik dan penyalahgunaan wewenang oleh otoritas imigrasi tidak benar-benar menarik minat penggemar untuk bepergian ke sana,” kata Pieth.

Isu geopolitik turut memperkeruh situasi, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Greenland dan kawasan Arktik. Pernyataan tersebut memicu wacana boikot Piala Dunia dari sejumlah pihak di Eropa, termasuk dari eksekutif Federasi Sepakbola Jerman, Oke Gottlich.

Di sisi lain, Pemerintah Amerika Serikat berupaya meredam kekhawatiran tersebut. Departemen Luar Negeri AS berencana meluncurkan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS), yang memungkinkan pemegang tiket Piala Dunia mendapatkan prioritas jadwal wawancara visa.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa pemegang visa wajib mematuhi hukum setempat dan meninggalkan negara itu setelah turnamen berakhir. Trump menyatakan pihaknya bekerja keras untuk memastikan penggemar dari seluruh dunia dapat datang dengan aman dan tertib.

Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino, memperkirakan sekitar 5 hingga 10 juta orang akan datang ke Amerika Serikat untuk menyaksikan Piala Dunia 2026 secara langsung. Namun, dengan berbagai dinamika politik dan kebijakan imigrasi yang ada, wisatawan diimbau lebih cermat dan waspada dalam merencanakan perjalanan ke Negeri Paman Sam.