ARMY berbahagia karena tanggal 14 Januari lalu, agensi BTS Big Hit Music mengumumkan jadwal resmi tur dunia grup BTS. Tak lama dari pengumuman ini, hotel-hotel sekitar lokasi konser langsung penuh.
Namun di balik geliat positif untuk industri Korea, ada kabar tak sedap dari para penggemar. Dilansir dari Korea Herald, Kamis (22/1/2026) beberapa jam setelah jadwal dirilis, penggemar di Korea dan luar negeri melaporkan bahwa hotel-hotel secara sepihak membatalkan pemesanan yang telah dikonfirmasi.
Beberapa mengatakan kamar mereka yang dibatalkan tersebut muncul kembali di platform pemesanan dengan harga yang jauh lebih tinggi. Sepertinya beberapa pihak ingin meraih untung tinggi di tengah antusias konsert BTS ini.
Busan telah dikonfirmasi sebagai salah satu pemberhentian utama dalam tur global BTS. Di Busan, pihak berwenang telah menemukan akomodasi yang menaikkan tarif lebih dari 10 kali lipat dari harga standar.
Seorang penggemar BTS dari Filipina menulis di platform X bahwa dua reservasi yang telah dikonfirmasinya dibatalkan setelah pengumuman, meskipun telah dipesan melalui platform perjalanan global. Salah satu reservasi adalah untuk hotel dekat Stasiun Busan, dengan jadwal check-in pada 11 Juni bertepatan dengan konser BTS pada 12 dan 13 Juni.
“Saya memesan kamar seharga 456.000 won untuk empat malam, tetapi hotel mendesak saya untuk membatalkan reservasi yang sudah dikonfirmasi. Saya memeriksa lagi hari ini, dan kamar yang sama persis masih tersedia tetapi sekarang terdaftar dengan harga lebih dari 3 juta won,” tulis penggemar tersebut.
Penggemar lain melaporkan pengalaman serupa, mengatakan mereka diminta untuk membatalkan pemesanan mereka secara sukarela atau membayar harga yang jauh lebih tinggi untuk mempertahankannya. Di beberapa tempat, harga akomodasi untuk tanggal konser dilaporkan melonjak lebih dari 10 kali lipat dari harga yang terlihat pada minggu-minggu sebelumnya.
Beberapa hotel menyebutkan kurangnya kamar sebagai alasan pembatalan. Namun, tangkapan layar yang dibagikan secara online menunjukkan kamar yang sama untuk tanggal yang sama, harganya jauh lebih tinggi dibandingkan harga awal.
Tur global BTS ini menjadi momentum penting bagi pariwisata Korea Selatan, terutama kota-kota yang menjadi tuan rumah konser. Karena Busan bertujuan untuk menarik 5 juta pengunjung luar negeri setiap tahunnya pada tahun 2028, para kritikus memperingatkan bahwa kenaikan harga yang berulang dan pembatalan paksa selama acara-acara besar dapat merusak reputasi global kota tersebut. Banyak pihak yang menyerukan regulasi ketat untuk mengatur dan mencegah hotel menggetok harga ini.
Banyaknya aduan penggemar yang dipersulit menikmati konser, membuat pemerintah Busan bahkan Presiden Korsel ikut mengomentari hal tersebut. Pemerintah Metropolitan Busan mengatakan sedang menyelidiki sekitar 70 pengaduan, mulai dari praktik menaikkan harga secara berlebihan hingga pembatalan paksa.
“Kami akan mencegah transaksi yang tidak adil dengan melakukan inspeksi bersama di lokasi dengan kantor distrik dan menerima laporan daring,” kata Walikota Busan Park Heong-joon, dikutip dari Korea Times.
Presiden Lee Jae Myung menegur keras dalam cuitannya pada tanggal 16 Januari 2026 bagi pihak-pihak yang menggetok harga kamar.
“Praktik mencari keuntungan ini yang mengganggu seluruh tatanan pasar dan menyebabkan kerugian meluas bagi semua orang, harus diberantas. Kerugiannya jauh lebih besar daripada keuntungan yang diperoleh,” tulis Presiden Lee.
Dalam rapat Kabinet, Presiden Lee juga telah menginstruksikan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyiapkan langkah-langkah penanggulangan.
Masalah serupa juga melanda Goyang, yang akan menjadi tuan rumah pertunjukan pembuka tur pada bulan April. Beberapa akomodasi bahkan telah memblokir tanggal konser sebagai tidak tersedia untuk mencegah pemesanan awal. Kemungkinan ini cara mereka meraup untung untuk membukanya kembali nanti dengan harga yang mahal.
“Jika kami memverifikasi praktik menaikkan harga secara berlebihan atau pembatalan paksa, kami akan memberlakukan sanksi yang ketat, mulai dari denda hingga penurunan peringkat bintang hotel,” kata seorang pejabat kota Goyang.
