Imbas Banjir Bandang, Jumlah Wisatawan ke Guci Turun Hampir 30%

Posted on

Kunjungan wisatawan ke objek wisata Guci, Kabupaten Tegal, pada momentum liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 turun sampai 27,45 persen.

Kepala Dinas Pemuda, Pariwisata, dan Olahraga Jawa Tengah Jateng Muhamad Masrofi mengatakan turunnya kunjungan wisatawan ke Guci, terutama disebabkan banjir bandang yang menerjang salah satu objek wisata favorit tersebut beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data kunjungan wisatawan ke Guci mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat sebanyak 30.606 wisatawan yang berkunjung, atau lebih sedikit dari momentum serupa 2024/2025 sebanyak 42.187 orang.

Jika dilihat secara angka, kata dia, objek wisata Guci telah kehilangan sekitar 11.581 pelancong pada momentum liburan Nataru tahun ini.

Menurut dia, secara total objek wisata Guci memang mengalami penurunan tingkat kunjungan wisatawan pada momentum libur Nataru 2025/2026 dibandingkan tahun lalu.

“Banjir bandang yang menerjang kawasan Guci tentu menjadi salah satu faktor menurunnya minat masyarakat untuk mengunjungi Guci,” kata dia seperti dikutip dari Antara, Selasa (6/1/2026)

Kemudian, kata dia, curah hujan yang tinggi membuat hujan atau gerimis hampir setiap hari mengguyur Guci, ditambah dengan belum dioperasikannya ikon utama, yakni Pancuran 13 pascabanjir.

“Lokasi wisata yang ada di Guci itu dibuka, hanya Pancuran 13 itu tidak bisa digunakan karena kena lokasi banjir. Tapi, lokasi yang lainnya, pancuran kelima dan lain sebagainya masih bisa digunakan, masih bisa dikunjungi wisatawan,” katanya.

Ia menjelaskan kolam air panas Pancuran 13 belum bisa digunakan karena terdampak banjir bandang paling parah, sedangkan untuk Pancuran Lima sudah diperbaiki dan bisa dikunjungi.

Untuk kawasan Guci secara umum, kata dia, sejauh ini tetap aman, seperti hotel, vila, dan lokasi pemandian air panas yang lainnya. “Karena ada kejadian banjir besar itu sehingga kita mitigasi, kita memberikan pengamanan yang ekstra untuk kenyamanan daripada kunjungan wisata di Guci,” katanya.

Sampai saat ini, Masrofi mengatakan bahwa Pancuran 13 masih dalam proses perbaikan, dan tidak akan mengganggu wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Guci.