FLorence di Italia berusaha menjaga dan merawat kotanya dari overtourism. Mereka menggunakan kamera termal untuk memantau turis.
Langkah itu merupakan kesepakatan antara pemerintah kota, Departemen Teknik Informasi di Universitas Firenze, serta Yayasan Riset dan Inovasi kota. MoU itu menekankan pentingnya proyek percontohan yang bertujuan menguji solusi digital inovatif bagi sektor pariwisata, khususnya untuk meningkatkan efektivitas pemantauan dan pengelolaan arus wisatawan.
Perjanjian tersebut merupakan bagian dari proyek TOURISMO atau TOURism Innovative and Sustainable Management of Flows, yang diluncurkan pada 2024 melalui program Interreg Euro-Med, dengan pendanaan bersama dari Uni Eropa serta Departemen Kebijakan Kohesi dan Kepresidenan Dewan Menteri Wilayah Selatan (DPCOES).
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
“Florence semakin menjadi kota pintar. Berkat penelitian dan eksperimen, kini kami dapat mengumpulkan data berharga untuk mengembangkan solusi digital bagi pariwisata berkelanjutan,” ujar Jacopo Vicini, anggota Dewan Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata, seperti dikutip dari The Florentine, Minggu (31/8/2025).
Departemen Teknik Informasi dan Yayasan Riset dan Inovasi di Universitas Florence menerima kontribusi unik ini sebagai inovasi.
“Kami memulai dengan uji coba di beberapa area tertentu di pusat UNESCO, dengan tujuan ke depannya untuk memperluas proyek ini, yang memiliki potensi yang sangat signifikan,” kata Vicini.
Florence dikenal sebagai pusat seni dan arsitektur Renaissance dengan kota yang disebut sebagai “museum terbuka” karena kekayaan sejarah, bangunan ikonik dan karya seni seperti patung David karya Michelangelo.