Cuaca ekstrem membuat perjalanan udara di Amsterdam kacau. Bandara Schiphol bahkan harus menyiapkan kasur lipat di aula keberangkatan untuk menampung penumpang yang terpaksa bermalam akibat pembatalan penerbangan massal.
Dalam enam hari terakhir, lebih dari 3.300 penerbangan dibatalkan di Bandara Schiphol karena cuaca buruk yang tidak biasa. Pada Rabu saja, lebih dari 700 penerbangan dibatalkan atau lebih dari setengah jadwal penerbangan harian.
Dilansir dari Business Insider, Kamis (8/1/2025) sebagai bandara tersibuk keempat di Eropa, Schiphol jarang terdampak salju. Namun kali ini, kombinasi cuaca ekstrem membuat operasional lumpuh.
Bahkan sejumlah foto memperlihatkan deretan kasur lipat yang disiapkan di ruang keberangkatan sejak Selasa untuk para penumpang yang terlantar.
Maskapai nasional Belanda, KLM, mengonfirmasi telah membatalkan sekitar 600 penerbangan untuk hari berikutnya. “Dengan mengambil keputusan ini sekarang, kami dapat memberikan kejelasan tepat waktu kepada penumpang kami dan menghindari pembatalan menit terakhir yang dapat membuat para pelancong terlantar di Schiphol,” kata pihak KLM.
Tak sedikit penumpang yang mencoba mencari jalur alternatif. Namun upaya berpindah menggunakan kereta api ke kota-kota Eropa lain juga terkendala karena jaringan rel ikut terganggu cuaca musim dingin.
Salah satu pelancong asal Amerika Serikat, Lindsey Hill, mengatakan ia semula hendak terbang ke London sebelum melanjutkan perjalanan ke New York. Setelah penerbangan British Airways dibatalkan dan kereta Eurostar tak beroperasi, ia memilih rute yang tak biasa.
“Salah satu rute alternatif yang akhirnya saya manfaatkan adalah dengan menaiki feri dari Hook of Holland ke Harwich,” ujarnya.
Hill menempuh perjalanan dengan taksi online sekitar satu jam ke pelabuhan, lalu menyeberang selama enam setengah jam ke Inggris bagian timur.
“Setidaknya ini akan membawa Anda ke Inggris, di mana orang mungkin lebih beruntung mendapatkan penerbangan,” tambahnya.
Gangguan tak hanya terjadi di Amsterdam. Puluhan penerbangan juga dibatalkan di London, Paris, dan Brussels. Sementara itu, penerbangan yang masih beroperasi di Schiphol mengalami keterlambatan panjang.
Data Flightradar24 mencatat, keterlambatan keberangkatan dari Schiphol pada Rabu pagi rata-rata mencapai satu jam. Proses penghilangan es pada pesawat memicu antrean panjang sebelum lepas landas.
