Kesalahan Nyaris Fatal Terjadi di Bandara Changi

Posted on

Sebuah kekeliruan terjadi di Bandara Changi pada awal tahun 2026. Bandara terbaik dunia ini membuat penumpang terjebak di gerbang kedatangan.

Sekitar pukul 22.00 waktu Singapura, penumpang penerbangan AirAsia dengan nomor penerbangan AK721 tiba di Terminal 4 Bandara Changi. Penerbangan itu berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia seperti dikutip dari Mothership pada Minggu (11/1/2026).

Salah satu penumpang bernama Gong Ping, mengatakan pada media lokal Zaobao bahwa mereka turun agak terlambat dari pesawat. Semua pintu menuju gate 11 sudah tertutup.

Pihak bandara menutup pintu setelah menyadari adanya kekeliruan antara arus penumpang yang berangkat dan tiba.

Petugas berkeliling menanyakan kepada setiap orang di gerbang apakah mereka akan berangkat atau tiba, dan proses verifikasi ini dilaporkan memakan waktu sekitar satu jam.

Menurut Zaobao, insiden tersebut kemungkinan terjadi karena staf bandara tidak memastikan bahwa semua penumpang yang tiba telah keluar dari gerbang keberangkatan sebelum membuka pintu untuk penumpang yang berangkat.

Gong menceritakan bahwa beberapa penumpang dari penerbangannya telah keluar dari gerbang dan masuk ke aula kedatangan sebelum staf bandara menyadari masalah tersebut.

Karena Gong berada di depan antrean, ia tahu apa yang terjadi, sementara mereka yang di belakangnya tidak menyadarinya.

“Saat kami menunggu, seorang penumpang tiba-tiba berteriak,” kenangnya.

“Namun tidak terjadi konflik, berkat upaya staf dan penumpang lain untuk menenangkan orang tersebut. Sebagian besar penumpang di sana juga tetap tenang sambil menunggu pihak berwenang menyelesaikan masalah,” tambahnya.

Masalah tersebut akhirnya terselesaikan sekitar pukul 11 malam, ketika pihak berwenang pertama-tama memindahkan penumpang yang akan berangkat ke lokasi lain, dan kemudian mengizinkan penumpang yang tiba untuk meninggalkan gerbang dan memasuki bandara.

Gong mengatakan dia percaya bahwa staf di tempat kejadian segera melaporkan masalah tersebut setelah mereka menyadarinya, tetapi baru sekitar 30 menit kemudian staf lain pergi ke gerbang untuk menanganinya.

Kesalahan seperti itu seharusnya tidak terjadi di Bandara Changi. Cara pihak berwenang menangani situasi tersebut juga tidak masuk akal, namun berakhir cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Grup Bandara Changi mengkonfirmasi bahwa kejadian itu terjadi pada 8 Januari. Pihak berwenang bandara bertindak cepat untuk mengidentifikasi masalah tersebut dan menanganinya sesuai dengan protokol keamanan yang telah ditetapkan, kata Bandara Changi.

Penumpang untuk sementara dipindahkan ke lokasi berbeda sebelum operasi normal dapat dilanjutkan. Pihak berwenang juga menyediakan minuman dan makanan ringan kepada penumpang yang terkena dampak di area pengambilan bagasi setelah kejadian tersebut.

Bandara Changi telah meninjau insiden tersebut dan bekerja sama erat dengan mitra bandara untuk meningkatkan proses dan meminimalkan insiden serupa di masa mendatang.

Bandara terbaik dunia itu tidak menjelaskan penyebab insiden tersebut, apakah ini pertama kalinya insiden serupa terjadi, atau berapa lama waktu yang dibutuhkan pihak berwenang untuk menyelesaikan masalah tersebut.