Leang-leang, Lokasi Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Itu Simpan Sejarah Manusia

Posted on

Nama Leang-Leang kembali menjadi perbincangan karena diduga menjadi lokasi hilang kontaknya pesawat ATR 42-500 di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan ini ternyata menyimpan koleksi fakta menarik tentang sejarah manusia.

Leang-Leang menawarkan pengalaman wisata yang tak hanya Instagramable tetapi juga sarat dengan nilai arkeologi dunia. Bahkan di awal tahun lalu, Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, telah meresmikan Pusat Informasi Leang-leang serta Virtual Reality.

“Ini tidak hanya merupakan kekayaan nasional, tetapi ini kekayaan dunia. Ditemukan di wilayah Pangkep dan Maros, sekitar tujuh ratus lebih gua dengan lukisan-lukisan purba. Setiap gua ada namanya, sesuai penamaan lokal,” ungkapnya saat itu.

Berikut Fakta Menarik Terkait Leang-leang:

1. Arti Leang-leang

Dalam bahasa Bugis-Makassar, leang berarti gua. Jadi Leang-Leang merujuk pada kumpulan gua prasejarah di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, yang tersebar di lanskap batu kapur karst luas bagian dari Kawasan Geopark Maros-Pangkep yang terkenal.

Kawasan ini bukan sekadar bentang alam biasa, tetapi jejak kehidupan manusia purba yang pernah mendiami puluhan gua ribuan tahun silam.

2. Lukisan dan Cap Telapak Tangan

Salah satu daya tarik Leang-Leang adalah lukisan prasejarah di dinding gua seperti cap telapak tangan dan gambar babi rusa, bukti otentik kehidupan manusia ribuan tahun sebelum masehi.

Pertama kali Leang-leang ini ditemukan oleh naturalis asal Swiss bernama Fritz dan Paul Sarasin di sekitar tahun 1905. Hingga kini area ini terus menjadi objek penelitian karena temuan-temuan di sana yang begitu menarik dan bikin penasaran para peneliti.

3. Dua Gua Ikonik

Dari catatan wilayah Leang-leang ini menyimpan kurang lebih 40 situs gua. Dan dari semua ini, traveler jika kepo dengan isi di dalam gua tersebut, ada dua gua yang ikonik di sana yang wajib untuk di sambangi.

• Leang Pattae, di sini menampilkan lima gambar telapak tangan dan satu lukisan babi rusa di dinding gua.
• Leang Petta Kerre, di sini menyimpan puluhan cap tangan dan alat peninggalan purbakala di dalamnya.

4. Panorama Alam

Selain jejak sejarah, Leang-Leang juga memanjakan mata dengan pemandangan karst khas Selatan Sulawesi, hamparan hijau, dan sungai kecil yang mengalir di kaki batu kapur.

Spot-spot foto di kawasan ini jadi favorit wisatawan, bahkan sering dipilih sebagai latar untuk foto pre-wedding atau dokumentasi liburan keluarga.

5. Taman Arkeologi Kelas Dunia

Per Januari 2025, Leang-Leang resmi diresmikan sebagai Leang-Leang Archaeological Park dan Pusat Informasi Prasejarah oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon.

Dalam peresmian tersebut, Fadli Zon menyebut Leang-Leang bukan hanya kekayaan nasional, tetapi juga warisan dunia dengan nilai universal tinggi. Ia bahkan membandingkan nilai situs ini setara dengan situs bersejarah terkenal di luar negeri.

Taman arkeologi ini dilengkapi dengan fasilitas informasi, titik virtual reality, hingga jalur edukasi untuk mengenalkan sejarah masa lalu kepada generasi masa kini.

6. Wisata Edukatif dan Terjangkau

Leang-Leang kini menjadi pilihan utama bagi wisata sejarah dan edukasi. Objek wisata ini buka setiap hari dengan tiket masuk yang terjangkau – cocok untuk liburan keluarga sekaligus pembelajaran sejarah.

Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas pendukung seperti gazebo, jalur tracking, rumah adat, serta area istirahat yang nyaman.

7. Leang-Leang: Dari Masa Purba ke Sorotan Dunia

Kawasan Leang-Leang bukan hanya ajang explore alam dan foto cantik. Setiap cap tangan dan lukisan di dinding gua adalah lembaran sejarah manusia prasejarah yang bertahan ribuan tahun dan kini semakin dikenal dunia.

Di tengah kabar terbaru tentang tragedi pesawat ATR 42-500 di langit Maros, Leang-Leang mengingatkan kita untuk merasakan langsung pesona masa lalu yang masih hidup, dan menghargai betapa kayanya tanah Sulawesi dengan warisan budaya yang tak ternilai.