Malaysia terus memupuk wisata halalnya. Awal pekan ini, Malaysia menawarkan banyak program untuk wisatawan luar dan domestik.
Bertema “Pariwisata dan Perhotelan Ramah Muslim”, Islamic Tourism Month (ITM) yang diselenggarakan oleh Islamic Tourism Centre (ITC) dimulai pada awal pekan ini di Kuala Lumpur hingga 30 September.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
Program ini memperkuat status Malaysia sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia menurut Global Muslim Travel Index (GMTI). Gelar ini telah dipegang Malaysia selama 10 tahun berturut-turut, seperti dikutip dari Asia News Network, Jumat (29/8/2025).
Kampanye nasional ini menampilkan delapan kategori yaitu Mosque Open Day, Akomodasi, Paket Perjalanan, Spa dan Kebugaran, Makanan dan Minuman, Acara dan Pameran, Belanja dan Ritel, serta Produk Wisata dan Taman Hiburan.
Pada Mosque Open Day, turis akan diajak untuk menjelajahi masjid-masjid terpilih di seluruh negeri melalui tur, pameran, dan kegiatan komunitas, sebagai cara untuk mendorong pertukaran budaya dan inklusivitas.
Ada juga Tantangan lewat TikTok ITM, di mana para kreator konten didorong untuk berbagi pengalaman mereka di destinasi mitra ITM. Kreator terbaik berkesempatan memenangkan hadiah senilai total lebih dari RM50.000 atau Rp 196 jutaan.
“Kami mengundang para pelaku bisnis untuk menjadi bagian dari gerakan yang sedang berkembang ini. Dengan menyelaraskan diri dengan ITM 2025, para mitra mendapatkan akses ke platform branding yang kuat, pasar wisata Muslim yang berkembang pesat, dan kesempatan untuk mendukung perjalanan Malaysia menuju Visit Malaysia 2026,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal ITC, Nur Alyssa Coraline Yussin.
Selain Malaysia, Dewan Pariwisata Hong Kong pun tak mau kalah untuk menggaungkan wisata ramah muslimnya dengan meluncurkan “Jelajag Hong Kong”. Hong Kong dinobatkan sebagai “Destinasi Ramah Muslim Paling Menjanjikan” di ajang Halal In Travel Awards 2025.
Kota ini juga menempati peringkat ketiga di antara destinasi non-OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) dan peringkat kedua secara global dalam kategori Destinasi Wisata Ramah Wanita Muslim dalam GMTI 2025.
Menurut GMTI, Hong Kong menerima 176 juta kedatangan Muslim internasional tahun lalu dan diperkirakan akan meningkat menjadi 245 juta pada tahun 2030. Total pengeluaran perjalanan diperkirakan mencapai US$230 miliar (RM971 miliar), yang menunjukkan semakin besarnya pengaruh dan potensi ekonomi pasar ini.
Pemesanan ke kota ini dari komunitas Muslim juga meningkat sebesar 43,5% selama 12 bulan terakhir.