Menanam Pohon di IKN Oke, tapi Tak Bisa Sembarang Tanaman

Posted on

Di tengah pembangunan masif ibu kota baru, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) gencar mendorong gerakan menanam pohon. Merujuk sebuah studi, penanaman pohon sebaiknya tak sembarangan agar tanaman endemik tetap bertahan.

“Kegiatan penanaman pohon akan terus digalakkan,” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, saat ditemui di Sepaku, Penajam Paser Utara, Sabtu (3/1/2026), dilansir Antara.

Menurutnya, penanaman pohon merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk menjadikan IKN kota hutan yang hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Para peneliti menekankan bahwa menanam pohon tidak bisa sembarangan. Studi ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One pada April 2025 oleh Tri Atmoko dkk menyoroti pentingnya penggunaan tanaman endemik Kalimantan dalam program penghijauan IKN.

Penelitian tersebut menemukan bahwa wilayah IKN kaya akan species pohon asli Borneo, khususnya dari keluarga Dipterocarpaceae, seperti Shorea, Dipterocarpus, Vatica, dan Hopea rudiformis.

Dengan menanam pohon endemik, tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem lokal, tetapi juga memberikan nilai edukatif dan estetika bagi pariwisata alam, karena lanskap alami menjadi lebih autentik dan menarik bagi pengunjung.

Selain pemilihan jenis pohon, studi itu juga menekankan pentingnya penempatan pohon secara strategis dan perawatan berkelanjutan. Pohon yang ditanam tanpa perencanaan atau perawatan dapat mati, sehingga upaya penghijauan menjadi sia-sia.

Dalam kegiatan penanaman pohon di IKN terbaru itu, sedikitnya 100 pohon dari 13 jenis tanaman ditanam di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Plaza Yudikatif, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai daerah, mulai dari Balikpapan dan Samarinda hingga Palembang dan Medan, termasuk warga yang tertarik pada kegiatan lingkungan.

“Menanam pohon harus menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat IKN,” ujar Basuki.

Program itu sekaligus menjadi simbol keterikatan warga dengan ruang hidup yang sedang dibangun, sekaligus menciptakan potensi wisata hijau yang unik di ibu kota baru.