Liburan di Karibia berubah menjadi mimpi buruk bagi traveler perempuan ini. Dia kehilangan dua tangannya setelah diserang hiu.
Dikutip dari Rolling Out, Senin (19/1/2026), wanita asal Kanada berusia 55 tahun itu liburan di Turks and Caicos Islands bersama keluarganya. Pada Jumat (9/1/2026), dia berenang di Pantai Thompson’s Cove di pusat Providenciales sekitar pukul 10.30 waktu setempat.
Tak lama setelah dia berenang, muncul seekor hiu dan mendekatinya. Kalau turis lain biasanya takut dan menghindar, wanita itu justru mendekati hiu tersebut.
Dia bahkan berusaha untuk berinteraksi dengan si hiu agar bisa memotretnya.
Di sinilah mimpi buruk perempuan itu berawal. Hiu tersebut menjadi agresif dan langsung menyerang si wanita itu.
Hiu itu kemudian menggigit tangan turis tersebut sampai luka parah. Saksi mata mengatakan bahwa keluarganya, termasuk sang suami, berada di dekatnya ketika serangan dimulai.
Saat hiu itu berputar-putar, suami wanita itu dilaporkan bergegas ke air dan melawan predator itu. Pada saat yang sama, suaminya mencoba menempatkan dirinya di antara hewan itu dan istrinya, menangkisnya serangan sebisa mungkin.
Seorang pria, yang mengaku sebagai kerabat perempuan itu, mengatakan hiu itu juga menyerang bagian paha perempuan tersebut.
Kendati luka-lukanya begitu parah, dia mampu menuju ke pantai. Pertolongan langsung diberikan kepadanya.
Lengannya langsung dibersihkan dan dibebat dengan kain dan handuk untuk menghentikan pendarahan hebat. Sebagian langsung menghubungi layanan darurat.
Kepolisian mengonfirmasi bahwa petugas dan personel medis dikirim ke lokasi kejadian di dekat lingkungan Blue Hills di Providenciales. Korban dilarikan ke Pusat Medis Cheshire Hall untuk perawatan darurat.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Laporan menunjukkan bahwa luka yang dialami wanita itu cukup parah. Salah satu tangannya diamputasi di pergelangan tangan, sementara tangan lainnya diamputasi di tengah lengan bawahnya.
Dia kemudian dipulangkan ke Kanada untuk melanjutkan perawatan medis.
Pemerintah melakukan investigasi setelah kejadian itu. Hiu tersebut diketahui memiliki panjang sekitar enam kaki, tetapi spesiesnya belum diketahui.
Rekaman mengerikan yang diambil oleh turis lain di vila tepi pantai terdekat menunjukkan seekor hiu mengamuk di perairan dangkal tak lama setelah kejadian tersebut. Seorang saksi mengatakan kepada media berita lokal bahwa hiu tersebut tetap berada di area tersebut setidaknya selama 40 menit setelah serangan.
“Saya berada di sana selama 40 menit dan hiu itu masih berkeliaran,” kata saksi tersebut.
Serangan hiu di wilayah itu tercatat jarang terjadi. Menurut International Shark Attack File (ISAF) dari Museum Sejarah Alam Florida, hanya satu serangan hiu tanpa provokasi yang dilaporkan di wilayah tersebut tahun lalu, dan tidak berakibat fatal.
Perairan di sekitar Turks and Caicos merupakan rumah bagi berbagai spesies hiu, termasuk hiu karang abu-abu, hiu perawat, hiu macan, hiu banteng, dan hiu martil.
Meskipun terdapat predator-predator ini, serangan hiu secara global tetap relatif jarang terjadi. ISAF mencatat minggu ini bahwa tahun 2024 merupakan tahun yang sangat tenang untuk gigitan hiu, dengan hanya 47 serangan tanpa provokasi di seluruh dunia, jauh di bawah rata-rata 10 tahun yaitu 70 serangan.
