Enam mahasiswa tersesat saat mendaki Gunung Salunga, Kecamatan Donggo, Bima, Nusa Tanggara Barat saat malam tahun baru. Beruntung, mereka berhasil dievakuasi dengan selamat setelah terjebak semalaman.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (31/1/2025). Kini, mereka masih trauma dan kelelahan. Beruntung, para mahasiswa itu berhasil dievakuasi dengan selamat hingga ke bawah. Menurut Ketua Karang Taruna Desa Mbawa, Irmansyah, mereka baru bisa dievakuasi pada Kamis (1/1/2026) pagi. Menurut Irmansyah, evakuasi pada malam hari cukup sulit dilakukan.
Menurut dia, informasi pendaki tersesat itu semula didapat melalui WhatsApp Group (WAG). Irmansyah pun bergegas mendatangi lokasi hingga berhasil menemukan keenam orang tersebut.
“Tiga laki-laki, tiga perempuan, dan semuanya mahasiswa,” ujar Irmansyah, Kamis.
Irmansyah menjelaskan proses evakuasi enam mahasiswa yang tersesat itu terkendala kondisi gelap gulita. Walhasil, mereka pun kesulitan untuk keluar dari kawasan hutan.
Menurut Irmansyah, para pendaki itu baru bisa dievakuasi dan keluar dari hutan hingga fajar datang. Mereka turun dan sampai ke bawah permukiman warga pada Kamis pagi. Begitu tiba, semua korban langsung dipulangkan.
“Semuanya selamat. Tadi pagi mereka langsung dipulangkan ke tempat asalnya dalam kondisi trauma dan kelelahan,” ujarnya.
Irmansyah menuturkan keenam mahasiswa itu memulai pendakian sekitar pukul 20.00 Wita melalui jalur Desa Mbawa. Gunung Salunga menjadi salah satu spot favorit pendaki untuk menikmati lanskap Bima dan Dompu secara utuh. Bahkan, jika beruntung, pendaki bisa melihat megahnya Gunung Tambora.
“Mereka nekat mendaki Gunung Salunga karena ada salah satu orang yang pernah mendaki gunung ini. Hanya saja, saat pendakian yang bersangkutan tak ingat jalur dan jalannya sehingga mereka tersesat,” pungkasnya.
—
Artikel ini sudah tayang di detikBali niat
