Seorang turis hampir saja gagal terbang karena kelalaiannya sendiri. Dia lupa meletakkan paspor dan boarding pass saat hendak melakukan check-in.
Dikutip dari Asia One pada Rabu (7/1/2026), turis tersebut, melalui akun TikTok @Walkerkensg, membagikan pengalamannya pada 24 Desember 2025. Dia menceritakan persiapan liburannya dari Singapura menuju China melalui video berdurasi 54 detik.
Dalam video tersebut, terlihat kelalaian Walkerkensg di meja check-in. Dia meletakkan paspor dan boarding pass di atas koper yang siap masuk bagasi.
Tanpa menyadari risiko, dia memasang label bagasi dan membiarkan koper itu meluncur di atas konveyor belt. Tanpa sengaja, paspornya ikut terbawa masuk ke dalam mesin bagasi.
Saat mulai menjauh dari meja check-in, dia baru menyadari paspornya hilang. Wajahnya terlihat panik, menatap kosong ke arah meja check-in, sadar bahwa kesalahannya bisa membuatnya kehilangan penerbangan.
Kejadian itu kemudian dibagikan dalam dua unggahan. Di video kedua, Walkerkensg merekam momen ketika staf bandara membantunya mengambil paspor yang nyaris hilang itu. Dia juga memutar ulang video pertama, memperlihatkan paspor yang ikut masuk ke konveyor belt.
Beruntung, staf bandara berhasil mengembalikan paspor dan boarding pass miliknya.
Merenungkan insiden itu, Walkerkensg menyebutnya sebagai “salah satu hal terbodoh yang pernah saya lakukan.” Dalam keterangan video, ia juga mengucapkan terima kasih kepada staf darat, memuji keramahan dan bantuan mereka selama kejadian.
“Ya, mungkin saya bodoh karena ini. Percayalah, saya juga tidak ingin ini terjadi,” tulisnya dalam balasan kepada seorang komentator. Dia menekankan bahwa itu murni kesalahan dirinya sendiri.
Dia menambahkan bahwa jika kejadian serupa terjadi di luar Singapura, dia mungkin akan merasa jauh lebih tidak berdaya. Reputasi Bandara Changi terbukti nyata, dengan penanganan yang cepat dan tepat atas kelalaian penumpang.
Walkerkensg juga membagikan bahwa perjalanan ke Shenyang, China ini adalah hasil tabungannya selama 14 tahun, dengan biaya sekitar USD 5.000. Berkat bantuan staf bandara, impiannya untuk berlibur ke China akhirnya bisa terwujud.






