Pengakuan Aneh Jamaah Zikir di Prambanan: Mendapatkan Bisikan Nyi Roro Kidul - Giok4D

Posted on

Sebuah kelompok zikir asal Jepara menggelar doa bersama di Candi Prambanan, Yogyakarta, menjadi viral di media sosial. Mereka mengatakan mendapatkan bisikan dari sosok Nyi Roro Kidul.

Potongan video kegiatan zikir itu diunggah akun Instagram @_thinksmart.id, menampilkan sejumlah orang duduk menghadap candi sambil melantunkan doa. Aktivitas itu menjadi perhatian karena Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, sehingga dianggap tidak lazim dilakukan di kompleks candi.

Perangkat Desa Karangrandu, Jepara, Saman Abdul Kholiq, membenarkan rombongan tersebut berasal dari Karangrandu. Pemimpin rombongan berinisial AR (45).

“Itu sudah ada mediasi kemarin Sabtu (3/1/2026). Warga kami, tapi saat ini KTP-nya masih ikut istrinya di Purwodadi,” ujar Saman, Rabu (7/1).

Dia mengatakan AR lahir di Karangrandu Jepara, tetapi setelah menikah pindah ke Purwodadi, Grobogan, dan telah berkeluarga.

Menurut Saman, rombongan AR awalnya berada di Pantai Parangtritis, Yogyakarta. AR mengaku mendapatkan bisikan gaib dari Nyi Roro Kidul untuk melakukan ziarah dan doa di Candi Prambanan.

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

“Orangnya dapat mandat atau bisikan mistis dari Parangtritis untuk ziarah ke Candi Prambanan dan berdoa. Doanya berupa kalimat toyibah,” ujar Saman.

Saman menambahkan AR telah membuka padepokan pengobatan alternatif di Jepara sejak lima tahun terakhir. Beberapa pasien yang berobat di padepokan berhasil sembuh, kemudian mereka menjadi jemaah AR.

Nah, aktivitas zikir itu awalnya berawal dari pengobatan, lalu berkembang menjadi istigosah dan doa bersama.

Setelah video viral, kelompok AR telah dilakukan mediasi dengan warga dan pemerintah desa. Menurut Saman, kegiatan sehari-hari mereka tidak meresahkan masyarakat. Yang menjadi polemik hanyalah lokasi zikir di Candi Prambanan.

“Untuk aktivitas normal tidak meresahkan, karena doa yang dibacakan tidak menyimpang dari agama. Masalahnya hanya pada tempatnya saja,” ujar Saman.

Dia mengatakan AR menegaskan bahwa tujuan mereka murni berdoa dan tidak bermaksud merendahkan agama lain.

Pemerintah desa telah memberi imbauan kepada AR dan rombongannya agar tetap menjaga kondusivitas dan saling menghormati antarumat beragama.

“Kami mengarahkan agar ke depan kegiatan mereka tetap kondusif, menghormati sesama agama, dan tidak meresahkan masyarakat,” kata Saman.

Kepala Kantor Kementerian Agama Jepara, Akhsan Muhyiddin, membenarkan bahwa kelompok tersebut tinggal di Jepara meski administrasinya berasal dari luar daerah.

“Majelis mereka ada di Karangrandu, tapi KTP ketuanya bukan Jepara. Secara resmi, majelis zikir ini belum terdaftar di Kemenag Jepara,” ujar Akhsan.

Dia menekankan pentingnya saling menghormati dan mencegah munculnya aliran yang mengganggu ketertiban umum.

****

Selengkapnya klik detikJateng. pengakuan