Perjalanan Tanpa Cemas: Tips Aman Naik Transportasi Umum

Posted on

Bagi pengguna transportasi umum, keselamatan dan kenyamanan tetap jadi prioritas. Berikut sejumlah tips perjalanan praktis yang bisa diterapkan agar tetap aman di perjalanan sehari-hari.

Transportasi umum menjadi salah satu cara paling nyaman dan hemat biaya untuk menjelajah kota baru. Dengan jumlah pengguna transportasi umum yang terus meningkat di Indonesia, kebutuhan akan perjalanan yang aman dan nyaman menjadi semakin penting.

Namun, tingginya intensitas penggunaan juga membuat risiko keamanan ikut meningkat. Untuk itu, mendahulukan keselamatan menjadi langkah penting agar perjalanan tetap lancar dan bebas dari insiden.

Smarter Traveler membagikan tips penting yang bisa diterapkan pengguna transportasi umum agar tetap aman.

Berikut tips aman naik transportasi:

1. Jangan Pilih Area yang Kosong

Di Indonesia, sangat jarang menemui gerbong atau area di transportasi umum yang kosong. Namun, di beberapa negara situasi ini mungkin saja ditemui. Saat menggunakan transportasi umum, hindari duduk atau berdiri di bagian yang sepi atau terlalu kosong.

Area yang sepi memberi peluang bagi pelaku kejahatan untuk melancarkan aksinya, walau tak jarang pelaku tetap nekat melakukannya di keramaian, tetap saja mencegah lebih baik. Karena itu, pilihlah area yang masih berada dalam jangkauan pandangan banyak orang atau dekat dengan pintu, kamera CCTV, maupun area yang biasanya dilalui petugas.

2. Jaga Barang Berharga

Saat menggunakan transportasi umum di Indonesia mulai dari KRL, MRT, LRT, atau Transjakarta, risiko pencurian bisa terjadi kapan saja. Banyak kasus di mana ponsel, dompet, atau perhiasan menjadi target kejahatan.

Hindari menaruh ponsel di kantong belakang, menyimpan dompet di saku luar tas, atau menggantungkan tas di sisi luar tubuh. Saat berdiri di kereta atau bus yang padat, pastikan tas berada di depan dan selalu terjaga dengan tangan.

Jika membawa ransel, lebih aman dipindahkan ke bagian depan tubuh untuk mengurangi risiko dibuka orang lain tanpa kamu sadari.

Selain itu, hindari menggunakan aksesoris yang berlebihan dan mencolok karena hal tersebut dapat menarik perhatian orang dengan niat buruk. Pastikan membawa semua barang ketika turun dari transportasi umum agar tidak ada barang yang tertinggal di area transportasi.

3. Perhatikan Langkah Kaki

Memperhatikan langkah saat naik atau turun dari transportasi umum sangat penting untuk menghindari cedera. Banyak kasus kecelakaan terjadi karena penumpang tidak hati-hati saat menapaki tangga, naik-turun bus, atau menaiki kereta yang bergerak.

Di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, atau Surabaya, kondisi stasiun dan halte bisa ramai dan sempit, sehingga risiko terpeleset atau tersenggol penumpang lain.

Pastikan selalu menapak dengan stabil, pegang pegangan yang tersedia, dan jangan terburu-buru untuk mengejar kendaraan. Langkah sederhana ini bisa mencegah cedera ringan hingga serius.

4. Pahami Situasi Untuk Menarik Rem Darurat

Bagi penumpang kereta, penting untuk memahami kapan dan bagaimana menggunakan rem darurat. Rem darurat biasanya hanya digunakan dalam situasi genting, misalnya jika terjadi percobaan kriminal atau keadaan darurat yang mengancam keselamatan penumpang.

Di Indonesia, sudah ada beberapa kasus percobaan pencurian atau pelecehan di kereta komuter, sehingga mengetahui lokasi tombol rem darurat dan cara menggunakannya bisa menjadi penyelamat. Namun, jangan digunakan sembarangan karena dapat membahayakan penumpang lain atau menimbulkan gangguan operasional.

5. Tetap Waspada Pada Sekitar

Kewaspadaan adalah kunci keamanan saat menggunakan transportasi umum. Perhatikan lingkungan sekitar, waspadai orang yang terlihat mencurigakan, atau gerakan yang tidak biasa.

Di kota-kota besar, keramaian sering dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk beraksi, mulai dari pencurian, penguntitan, hingga pelecehan.

Jangan terlalu fokus pada ponsel atau mendengarkan musik dengan volume tinggi sehingga mengurangi kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Selalu perhatikan rambu, pengumuman, dan petugas keamanan yang ada.

6. Hindari Berdiri atau Duduk di Dekat Pintu

Banyak penumpang memilih duduk atau berdiri dekat pintu karena praktis untuk turun cepat, namun pilihan ini justru berisiko. Di Transjakarta, KRL, atau MRT, pintu terbuka secara otomatis dan orang yang keluar-masuk bisa mendorongmu sehingga terjatuh.

Selain itu, area dekat pintu sering menjadi target pencuri karena lalu lintas orang tinggi, sehingga lebih mudah bagi pelaku untuk mencuri barang tanpa terlihat. Pilih posisi di tengah gerbong atau bagian yang relatif ramai, dan selalu pegang pegangan saat berdiri.

7. Gunakan Handphone Dengan Bijak

Penggunaan handphone saat bepergian memang memudahkan komunikasi, tetapi juga bisa menjadi risiko keamanan. Menatap layar terus-menerus atau menaruh ponsel di tangan tanpa perhatian dapat menarik perhatian pencuri.

Di beberapa kota di Indonesia, kasus pengambilan ponsel secara cepat di kereta atau bus sudah sering terjadi.

Gunakan handphone secukupnya, simpan di saku dalam atau tas depan, dan hindari memperlihatkan barang berharga di tempat umum.

8. Menjauh dari Rel (Bagi Traveler yang Menaiki Kereta)

Keselamatan di dekat rel kereta adalah hal yang sangat krusial. Banyak kecelakaan di stasiun atau peron disebabkan oleh penumpang yang berdiri terlalu dekat rel atau tergelincir saat kereta lewat.

Di Indonesia, kereta komuter di Jabodetabek atau kota besar lain bisa sangat padat, sehingga dorongan dari penumpang lain bisa membahayakan keselamatan.

Tetaplah berada di garis aman yang biasanya ditandai dengan cat kuning atau rambu peringatan, jangan bermain-main di dekat rel, dan selalu pegang pegangan saat naik atau turun kereta.