Perpustakaan Jadi Tempat Favorit untuk Bekerja

Posted on

Bekerja tidak selalu harus dilakukan dari rumah atau kafe. Selain Work From Home (WFH) dan Work From Cafe (WFC), kini muncul alternatif menarik yang mulai banyak dipilih, yaitu work from perpus.

Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang produktif bagi para pekerja dan mahasiswa. Pemandangan ini tampak jelas di Perpustakaan Jakarta.

Sejak pukul 09.00 pagi, deretan meja dan kursi sudah dipenuhi pengunjung, terutama area yang berada di dekat jendela. Hampir setiap hari, perpustakaan ini tidak pernah sepi. Meja dan kursi selalu terisi, bahkan pada hari kerja sekalipun.

Mayoritas pengunjung terlihat duduk dengan laptop terbuka di hadapan mereka. Ada yang sibuk mengetik, mengikuti rapat daring, hingga mengerjakan tugas kuliah. Aktivitas ini membuat perpustakaan terasa hidup, namun tetap tenang dan tertata.

Salah satunya adalah Sesil, seorang pekerja swasta asal Mampang. Ia memilih melakukan work from perpus karena sistem kerjanya memungkinkan untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).

Bekerja dari rumah justru menjadi tantangan tersendiri baginya. “Alasannya sebenarnya aku ini kerja WFA ya, kalau aku ngerjain kerjaan di rumah pasti ibu aku ngiranya aku libur gitu, jadi aku sering disuruh-suruh padahal aku lagi kerja. Jadi aku berpikir buat kerja di luar aja deh, yaitu di perpus ini,” tuturnya.

Sesil biasanya datang dan pulang mengikuti jam kerja kantor. Ketika jam menunjukkan pukul 17.00 sore, ia pun bersiap meninggalkan perpustakaan, layaknya pekerja kantoran pada umumnya.

Bagi Sesil, bekerja di perpustakaan membuatnya lebih fokus dan profesional. Perpustakaan Jakarta atau Perpus TIM dikenal sebagai salah satu perpustakaan dengan jam operasional paling malam, yaitu hingga pukul 22.00 WIB. Menariknya, suasana tetap ramai meskipun hari mulai gelap. Bahkan, ada pengunjung yang baru datang sekitar pukul 18.30 WIB.

“Iya aku sengaja datang sore gini abis maghrib, buat refreshing. Ada buku yang harus aku pinjam dan baca, terus ada deadline tugas juga,” ujar Salwa, pengunjung asal Kuningan, Jakarta.

Selain suasananya yang tenang dan nyaman, perpustakaan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Mulai dari Wi-Fi gratis, musala, toilet yang bersih, hingga kantin di lantai bawah. Fasilitas tersebut membuat para “kawan perpus” betah berlama-lama tanpa khawatir kelaparan atau kelelahan, menjadikan perpustakaan sebagai ruang kerja dan belajar yang ideal.