Pesawat yang tertutup lapisan es tebal memicu kekacauan di sejumlah bandara Finlandia. Akibat cuaca ekstrem, ribuan turis terpaksa tertahan berjam-jam, bahkan berhari-hari, menunggu kepastian penerbangan.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Dikutip dari BBC, Selasa (3/1/2026), penerbangan dari Bandara Kittila di Lapland dibatalkan pada Minggu (11/1/2026) waktu setempat.
Bandara Kittila melayani traveler yang ingin bepergian ke resor ski terdekat atau untuk melihat aurora borealis.
Turis yang telah menyelesaikan liburan di Lapland di utara Filandia, yang seharusnya pulang ke London, Bristol, Manchaster, Paris, dan Amsterdam terdampar di bandara itu karena suhu dingin ekstrem, berada di -35 derajat Celcius.
Badan Pariwisata Finlandia menyebut suhu udara itu tidak biasa. Tak hanya sampai -35 derajat Celcius, tetapi bahkan kadang kala suhu udara di Lapland mencapai -37 derajat Celcius.
Lapland memang merupakan wilayah dingin. Suhu udara di sana rata-rata -14 derajat Celcius sampai -30 derajat Celcius.
Cuaca dingin ekstrem diperkirakan akan berlanjut di Kittila, yang terletak di Lapland Finlandia di wilayah utara yang jarang penduduknya. Institut Meteorologi Finlandia memperkirakan suhu hampir -40 derajat Celcius.
Pada Senin (12/1), penerbangan domestik pertama yang dijadwalkan tiba di Kittila dibatalkan. Begitu pula dengan penerbangan internasional yang ditunda mengalami penundaan terbang.
Cuaca dingin ekstrem membuat pesawat terbungkus es dan sulit untuk dibersihkan. Sementara itu, peralatan perawatan dan pengisian bahan bakar di darat dapat membeku.
Operator bandara Finavia, perusahaan bandara Finlandia yang mengelola jaringan 20 bandara di seluruh Finlandia, mengatakan kepada penyiar publik Yle bahwa kelembapan di udara memperburuk situasi karena menciptakan lapisan es yang licin.
Salju lebat, angin kencang, dan jalanan yang licin juga telah mempersulit perjalanan di beberapa bagian Eropa.
