Kampung Ujung, pusat kuliner seafood di Labuan Bajo yang sempat viral gara-gara kasus getok harga Rp 16 juta itu ditutup sementara untuk perbaikan tata kelola.
“Ditutup dua malam. Sudah dari kemarin malam sampai malam ini,” kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon, Selasa (13/1/2026).
“Untuk perbaikan tata kelola, fisik juga mental. Momentum Tahun Baru dan kebetulan sedang sepi juga,” imbuh perempuan yang disapa Ney Asmon ini.
Selama penutupan sementara, jelas Ney Asmon, pedagang membersihkan lapak dan kawasan pusat kuliner secara keseluruhan.
“Pembersihan, merapikan, pugar-pugar,” jelasnya.
Ney Asmon berharap ada pihak ketiga yang akan mengelola pusat kuliner seafood Kampung Ujung. Pengelolaan dinas yang dipimpin Ney Asmon hanya sementara, karena asetnya belum diserahkan semuanya oleh pemerintah pusat ke daerah.
“Berharap secepatnya akan ada pihak ketiga yang kelola yang mewadahi pelaku kuliner nantinya. Selama ini kan pengelolaan sementara karena belum seluruhnya aset diserahkan ke pemda dari pemerintah pusat. Jadi belum bisa dipihak ketigakan,” jelas Ney Asmon.
“Kami juga sangat senang kalau sudah ada pengelola,” tandas Ney Asmon.
Sebelumnya, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi mengancam akan mengusir pelaku UMKM yang berjualan di pusat kuliner seafood Kampung Ujung, Labuan Bajo.
Langkah itu diambil karena aktivitas sejumlah pedagang di Kampung Ujung dinilai merusak citra pariwisata daerah tersebut, termasuk kasus getok harga Rp 16 juta yang dialami oleh bos-bos travel dari ASTINDO.
Edi Endi pun meminta Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM untuk segera melakukan evaluasi terhadap seluruh pelaku UMKM di pusat kuliner seafood Kampung Ujung.
“Saya perintahkan untuk mengevaluasi seluruh pelaku UMKM di Kampung Ujung. Pelaku UMKM yang hanya memperburuk citra pariwisata, tutup,” tegas Edi Endi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2026).
——-
Artikel ini telah naik di detikBali.
