Wat Arun menjadi tempat wisata paling populer di Thailand. Namun, ada masalah terkait dengan spot foto di sana.
Keindahan Wat Arun atau Temple of Dawn membius siapa pun yang datang ke sana. Dengan mengenakan pakaian tradisional, turis wara-wiri mencari spot foto terbaik di Wat Arun.
Tak sedikit turis yang menggunakan jasa fotografer lokal. Namun, di sinilah masalah terjadi. Media sosial X digemparkan dengan thread dari warga Thailand yang menyatakan bahwa fotografer-fotografer itu kasar kepada pengunjung lain.
Menurutnya, para fotografer lokal dengan sengaja mengusir pengunjung yang tidak memakai jasanya dari spot-spot terbaik Wat Arun.
“Saya bertemu beberapa fotografer lokal, mungkin terkait dengan jasa penyewaan kostum Thailand, yang terus mengusir turis lain dari bingkai foto agar mereka bisa mengambil foto untuk klien mereka sendiri yang membayar,” tulis Krisda ‘Pond’ Witthayakhajorndet di X, seperti dikutip dari Bangkok Post pada Jumat (9/1/2026).
Krisda mengatakan bahwa pengalaman itu bukan sekali ia rasakan. Katanya fotografer lokal terus melakukan aksi pengusiran itu berulang kali sampai turis asing merasa bingung dan tidak senang.
“Anda tidak berhak mengklaim ruang publik sebagai milik Anda sendiri. Jangan mencari nafkah dengan membuat masalah bagi orang lain. Tempat ini adalah wajah negara, tolong ubah perilaku Anda,” cuitnya.
Krisda, yang menjalankan agensi bakat Thailand bernama Be On Cloud, percaya bahwa fotografer lokal yang bekerja untuk jasa penyewaan pakaian Thailand-lah yang merusak suasana yang seharusnya baik. Ia menuduh mereka mencoba untuk mempertahankan tempat-tempat fotogenik di kuil itu untuk diri mereka sendiri.
Krisda bukan satu-satunya yang memperhatikan perilaku buruk tersebut, Bangkok Post melaporkan bahwa pihak berwenang Thailand mengambil tindakan setelah orang-orang mengeluh di media sosial.
Dalam upaya untuk mencegah kerusakan pada industri pariwisata Thailand, polisi akan melakukan inspeksi di tempat. Pertemuan juga direncanakan untuk membahas strategi pencegahan, yang mencakup pembatasan area tertentu untuk fotografi.
Polisi juga berinteraksi dengan fotografer lokal untuk menciptakan suasana positif bagi pengunjung kuil, menurut Bangkok Post, yang menambahkan bahwa inisiatif bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pariwisata dan meningkatkan kepercayaan.
Pariwisata merupakan pilar penting dalam perekonomian Thailand, mendukung jutaan lapangan kerja dan bernilai sekitar 15 persen dari PDB negara Asia Tenggara tersebut.
Tahun lalu, Thailand memperkenalkan peraturan baru yang ketat yang menargetkan fotografi bawah air. Dalam upaya untuk melindungi ekosistem terumbu karang yang semakin rapuh, hanya penyelam berpengalaman yang sekarang diizinkan untuk mengambil foto bawah air. Langkah ini dipicu oleh kekhawatiran atas kerusakan yang disebabkan oleh pariwisata.






