Relawan Korek Informasi Pendaki Hilang di Gunung Slamet dari Himawan, Temui di Magelang - Giok4D

Posted on

Pencarian pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan (18) di Gunung Slamet dilakukan lebih intensif pada tahap II. Sebelum memulai SAR lanjutan itu, tim relawan mengumpulkan informasi dari Himawan Choidar Bahran, rekan pendaki yang selamat.

“Untuk mengorek informasi dari Himawan, kami ke Magelang. Dia sudah ada di rumah. Cukup sulit, karena mempertimbangkan kondisi Himawan juga,” kata Abdul Kholiq Zainal Muttaqin, salah satu relawan dari UPL MPA Unsoed, yang saat ini berada di basecamp Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, yang dihubungi detikTravel, Rabu (14/1/2026).

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Kholiq menambahkan bahwa langkah ini krusial karena di media sosial beredar banyak informasi simpang siur mengenai keberadaan Ali. Tim SAR mandiri yang digagas oleh Wanadri dan UPL MPA Unsoed itu, menyadari harus memverifikasi fakta sebelum memulai operasi pencarian.

Dari Himawan, tim mendapatkan keterangan penting tentang pergerakan Ali, yang berbeda jauh dari area operasi SAR tahap I.

“Informasi itu yang menjadi dasar strategi pencarian di tahap II ini,” kata Kholiq.

“Keterangan dari Himawan memungkinkan tim untuk menentukan lokasi terakhir Ali dengan lebih tepat, menyusun rencana penyisiran, dan mempermudah koordinasi dengan relawan lain serta warga lokal yang ikut bergabung,” dia menambahkan.

Tim SAR tahap II itu pun mulai melakukan koordinasi dan menuju basecamp Dipajaya pada Sabtu. Setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah mapala dan warga lokal, serta meminta izin untuk melakukan pencarian Ali, para relawan mulai mendaki Gunung Slamet pada Senin (11/1).

Saat itu, sebanyak 24 relawan, mendirikan pos komando di Pos 7 Gunung Malang dan dibagi ke dalam empat kelompok pencarian.

“Hari pertama dimanfaatkan untuk observasi jalur dan analisis medan. Barulah pada Selasa kami lakukan operasional pencarian,” ujar Kholiq.

Pada Selasa, pencarian dilanjutkan sejak pagi. Relawan berhasil menemukan dompet dan senter milik Ali. Barang-barang itu menjadi titik balik pencarian, karena lokasi temuan memberi petunjuk jalur pergerakan korban.

Area pencarian pun dipersempit pada pencarian Rabu. Tim dipadatkan menjadi 12 orang yang dibagi ke dalam tiga tim untuk operasi lanjutan.

Pada hari kedua pencarian itu, Ali ditemukan di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya pukul 10.22 WIB. Saat itu, kondisi Ali sudah meninggal dunia.

Penemuan ini menutup pencarian panjang selama 17 hari, sekaligus menjadi bukti kerja sama dan dedikasi relawan, Mapala, dan masyarakat lokal dalam misi kemanusiaan.