Pemadaman listrik terjadi pada jaringan kereta Jepang Jumat (16/1/2026) dan menyebabkan gangguan besar pada layanan transportasi di Tokyo. Kondisi itu membuat ribuan penumpang terlantar.
JR East menghentikan operasional kereta di jalur Yamanote dan Keihin-Tohoku di seluruh arah sejak dini hari. Gangguan listrik terdeteksi sekitar pukul 03.50 waktu setempat.
Situasi diperparah dengan laporan kebakaran pada transformator di dekat Stasiun Tamachi. Kondisi itu sempat membuat kereta berhenti di tengah jalur.
Layanan kereta berangsur normal kembali pada siang hari setelah api berhasil dipadamkan.
“Terlihat asap keluar dari kotak peralatan di sisi rel dekat stasiun,” kata seorang juru bicara JR East dikutip dari Reuters, Sabtu (17/1/2025).
Operator menyebut sekitar 673.000 penumpang terdampak akibat gangguan tersebut. Sejumlah penumpang harus dievakuasi dari dalam kereta.
Mereka turun dari rangkaian Kereta Keihin-Tohoku yang berhenti di antara stasiun, lalu berjalan di sepanjang rel dengan bantuan petugas pemadam kebakaran dan staf kereta api.
Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepadatan penumpang di sejumlah stasiun. Kendati penumpang begitu padat, tetapi mereka tertib mengantre.
Dari sejumlah unggahan di media sosial, cara pengelola kereta dan penumpang menghadapi kereta yang setop operasional itu disorot. Dalam kondisi itu, antrean penumpang tertib dan operator menyampaikan informasi yang relatif jelas kepada para penumpang.
Jalur Yamanote diketahui melintasi stasiun-stasiun utama seperti Shinjuku yang melayani sekitar 3,5 juta penumpang per hari. Adapun Jalur Keihin-Tohoku menghubungkan pusat-pusat kota penting, termasuk Tokyo dan Yokohama.
Jalur Yamanote juga merupakan urat nadi pariwisata Tokyo karena menghubungkan kawasan wisata utama seperti Shinjuku, Shibuya, Ueno, Tokyo Station, dan Akihabara.
