Di antara mal, kafe, dan hiruk-pikuk kawasan Melawai, berdiri sebuah bangunan yang menyimpan jejak awal pembentukan Jakarta modern. Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Jemaat Effatha menjadi saksi hidup lahirnya Kebayoran Baru sebagai kota satelit pertama di Indonesia.
Melansir SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 410/2018 Tentang Penetapan GPIB Effatha Sebagai Bangunan Cagar Budaya, GPIB Effatha berdiri tegak dengan gaya arsitektur Indonesia modern yang berkembang pesat pada 1950-an. Gedung, yang memiliki luas bangunan 519,25 m², di atas lahan seluas 7.010 m² itu menjadi representasi estetika zamannya.
Berdasarkan papan petunjuk cagar budaya tepat di Pintu Utama Gereja tersebut menunjukkan bahwa gereja itu merupakan sumbangan langsung dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Sukarno.
Ilyas Subekti, pemandu dari Jakarta Good Guide (JGG), menjelaskan bahwa pembangunan fisik gereja ini rampung pada 1958, seiring berkembangnya kawasan perumahan Kebayoran Baru yang pembangunannya telah dimulai sejak 1948. Pada masa itu, Masjid Al-Azhar menjadi pusat ibadah umat Islam di kawasan tersebut, sementara GPIB Effatha berperan sebagai tempat ibadah bagi umat Kristen.
“Jadi bisa dibilang ini adalah ya gereja pertama yang mendukung area Blok M dan sekitarnya. Ya, kalau gereja pertamanya ini, kalau masjid pertamanya Al-Azhar, yang mendukung area di sini,” ujarnya kepada detikTravel dan wisatawan lain yang tergabung dalam rombongan tur jalan kaki JGG, Jumat (2/1/2026).
“Tapi kalau misalnya area sini sih dia mulai pembebasan semua tanah pada 1948. Jadi, baru mulai dibuka area perumahan gitu,” dia menambahkan.
Berdasarkan SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 410/2018, Tim Ahli Warisan Budaya Provinsi DKI Jakarta (TACB) merekomendasikan pada 24 Oktober 2017 bahwa struktur ini perlu dilindungi.
Pada 26 Februari 2018, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi menandatangani penetapan GPIB Effatha sebagai Bangunan Warisan Budaya. Penetapan itu tidak dilakukan tanpa alasan yang kuat.
Keputusan Gubernur telah mengakui GPIB Effatha memiliki nilai historis, pendidikan, dan budaya yang unik dalam lanskap Jakarta. Dengan penetapan baru ini, semua inisiatif yang bertujuan untuk melindungi, meningkatkan, dan memanfaatkan struktur tersebut harus mematuhi standar pelestarian yang ketat.
Keberadaan GPIB Effatha di tengah pusat perbelanjaan modern, Melawai dan Blok M, menjadi pengingat yang mendalam bagi warga Jakarta bahwa di balik kemajuan kota ini terdapat warisan sejarah yang kaya yang memerlukan pelestarian agar tidak terlupakan oleh perjalanan waktu.






