Selamatkan Pohon Randu Raksasa di Borobudur, Ahli dari UGM Dilibatkan

Posted on

Demi menyelamatkan pohon randu berukuran raksasa di Borobudur, Pemkab Magelang menggandeng ahli dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan UGM.

Pohon randu alas raksasa itu diyakini sudah berusia ratusan tahun. Lokasinya berada di Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Magelang.

“Sekarang baru cek (randu alas) oleh Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan UGM. Mungkin 2-3 hari lagi akan keluar rekomendasinya,” kata Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, saat ditemui wartawan, Selasa (20/1/2026).

“Dari rekomendasi itu nanti akan menjadi putusan apa yang harus kita lakukan,” sambungnya.

Grengseng mengatakan, pihaknya berupaya mempertahankan randu alas tua itu agar tetap menjadi ikon Desa Tuksongo..

“Nah, bentuk penyelamatan ikon itu, nanti kita tunggu rekomendasi dari Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian UGM,” imbuh Grengseng.

“(Rekomendasinya apa?) Belum. Biar nanti ditunggu, masih bisakah diselamatkan secara ekologisnya, kita kan nggak tahu. Kita tunggu nanti kajian dari hama, anatomi tumbuhnya. Itu biar mereka betul-betul mengkaji,” ujarnya.

Grengseng akan memutuskan langkah yang ditempuh setelah hasil kajian itu menelurkan rekomendasi.

“Kita putuskan ini bisa dihidupkan kembali, misalnya, tapi ternyata (rawan karena) hujan lebat, angin, akhirnya keamanan masyarakat menjadi taruhannya, saya nggak mau juga,” ucap dia.

“Biar ada langkah-langkah yang komprehensif, kita didasari oleh kajian-kajian ilmiah, tapi kajian ilmiah tidak lama. Tadi (UGM) sudah datang, besok akan datang lagi, akan merumuskan langkah apa yang harus dilakukan desa dan Pemkab untuk menyelamatkan ikon itu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, pohon randu alas diyakini berusia ratusan tahun yang menjadi ikon Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, akhirnya batal ditebang pada Senin (12/1) lalu. Alasannya, pohon raksasa itu bakal diteliti dulu oleh tim Pemkab Magelang.

“Jadi sementara pemotongan randu alas ditunda. Karena dari tim Pak Bupati pengin mempelajari atau meneliti, apakah pohon randu masih bisa diselamatkan atau tidak,” kata Kepala Desa Tuksongo M Abdul Karim kepada detikJateng, Senin (12/1).

“Jadi, misalkan masih bisa diselamatkan, kemungkinan besar besok nggak jadi ditebang. Hanya saja, mungkin ranting-rantingnya yang rapuh dibersihkan,” sambung Karim.

Karim mengatakan nasib randu alas itu bakal bergantung dari hasil penelitian tim Pemkab Magelang. Nantinya, jika dipastikan pohon randu alas itu sudah mati, maka akan ditebang.

“Tapi, misalkan kok memang hasil penelitiannya sudah mati atau rapuh, kemungkinan dilanjutkan penebangan besok atau hari selanjutnya,” tegas Karim.

——–

Artikel ini telah naik di detikJateng.