Jhon Book Store diprediksi akan semakin ramai dikunjungi setelah viral di media sosial. Toko buku berukuran sekitar 8×8 meter ini menarik perhatian pecinta literasi yang mencari buku-buku bekas dengan harga murah.
Tumpukan ribuan buku tersusun dari atas hingga bawah membuat suasana toko terasa sempit dan panas, ditambah mayoritas koleksi yang sudah berdebu hingga terdapat sarang laba-laba.
Kondisi tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pemburu buku lawas. Bangunan toko ini bukan berupa gedung modern, melainkan menyerupai gubuk kayu dengan pintu masuk yang dihubungkan papan kayu lapuk.
Lantainya hanya dialasi terpal, sementara rak-rak kayu memenuhi seluruh ruangan. Menurut Jhon, pemilik Jhon Book Store, alasan bangunan tidak direnovasi adalah karena keterbatasan biaya.
Suasana toko buku ini sepi hanya ada pemilik toko yang selalu berjaga di dalamnya. Genre Buku Toko ini menyediakan ragam buku bergenre novel, sejarah, sastra, komik, hingga buku agama seperti Al-Quran dan Alkitab.
Ada juga ensiklopedia, kamus, buku olahraga, hingga majalah edisi 2006. Jumlah bukunya sangat banyak, pemilik mengaku kesulitan menentukan koleksi paling tua di antara tumpukan. Pengunjung juga tidak diperbolehkan memindahkan posisi buku demi menjaga sistem penataan untuk penjualan online agar tidak tertukar. Harga Buku Bekas Harga buku di Jhon Book Store sangat ramah di kantong pelajar atau mahasiswa. Menurut Jhon, pemilik toko buku Jhon Book Store, kisaran harga bukunya bervariasi sesuai genre dan ketebalan.
“Harga bukunya mulai dari Rp 15 ribu ada. Harganya itu ditentukan sesuai genre buku dan tebal bukunya,” ujarnya.
Sistem harga ini membuat pengunjung bisa menyesuaikan kebutuhan sekaligus mempermudah pencarian buku yang ingin dibeli. Barang Lawas, Tapi bukan Antik Selain buku, toko ini turut menjual barang-barang lawas seperti piringan hitam, patung, lampu hias, hingga kaset radio dengan harga Rp 10 ribu. Harga barang tersebut mulai dari Rp 100 ribu, sementara keramik tertentu bisa mencapai Rp 1 juta.
Meski begitu, John menegaskan bahwa tempatnya bukan toko barang antik, sebab mayoritas barang tersebut masih tersedia di pasaran. Koleksi itu sebagian merupakan peninggalan orang tuanya dan menjadi nilai tambah bagi toko.
“Barang-barang di sini bukan termasuk antik ya, karena kalau antik itu kan lama dan susah ditemui di pasar. Kalau di sini masih ada,” kata Jhon, pemilik Jhon Book Store Pamulang.
Awal Mula Berdiri Jhon Book Store
Jhon Book Store Pamulang berdiri sejak tahun 2000 dengan awal usaha berjualan koran dan majalah. Baru pada 2005, pemilik mulai menambah koleksi buku untuk dijual kepada pembeli yang datang.
Seiring waktu, koleksi terus bertambah seiring banyak komunitas yang memberikan bukunya ke Jhon Book Store. Platform toko online kemudian ditambahkan untuk melayani pembeli dari luar daerah.
Sejak viral, toko buku ini ramai didatangi pemburu literasi. Banyak pengunjung datang khusus mencari buku ilmu pengetahuan, sejarah, hingga olahraga yang jarang ditemukan di pasaran dengan harga murah.
Suasana vintage dan padat rak kayu menambah pengalaman berburu buku seperti menemukan harta karun, meski kondisi ruangan cukup panas dan sempit. Ribuan judul yang menumpuk menciptakan tantangan sekaligus sensasi penemuan bagi pembeli.
Jam Operasional
Jhon Book Store buka setiap hari pukul 08.00–20.00. Jhon Book Store memiliki koleksi buku lawas, nuansa jadul yang otentik, serta pengalaman unik dalam menelusuri rak-rak penuh debu. Jhon Book Store Pamulang berlokasi di dekat pintu masuk Kompleks Perumahan Puri Pamulang, Kota Tangerang Selatan.






