Perjalanan kereta KA Majapahit rute Malang-Pasar Senen akhirnya tiba setelah 34 jam akibat banjir Pekalongan. Penumpang membagikan momen itu lewat video TikTok.
Perjalanan panjang yang melelahkan akhirnya berakhir. Penumpang KA Majapahit rute Malang-Pasar Senen akhirnya bisa menghirup napas lega saat tiba di tujuan setelah menempuh perjalanan hingga 34 jam lamanya.
Momen kedatangan itu dibagikan oleh salah satu penumpang KA melalui video di TikTok. Dalam unggahannya, akun @jessicacayadi menampilkan sebuah video Jessica dan rekannya memberi salam penghormatan ke arah kamera sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia karena telah sampai di stasiun tujuan setelah berjam-jam perjalanan.
“Thank you KAI Majapahit MLG-JKT, Perjalanan 34 jam. 17/1/2026-17.50 sampai 19/1/2026-03.32,” tulis video tersebut.
Unggahan tersebut sontak menarik perhatian warganet. Banyak yang ikut merasakan penderitaan ketika melihat waktu tempuh kereta yang mencapai 30 jam lebih. Beberapa komentar juga menyatakan pernyataan yang serupa.
“Kak, kita satu kereta, selamat istirahat,” tulis akun @awannatry dalam kolom komentar.
KA Majapahit diketahui mengalami keterlambatan panjang akibat banjir yang merendam jalur rel di wilayah Pekalongan. Hal ini membuat perjalanan kereta harus berhenti dan berjalan lambat di beberapa titik.
Akibat kondisi tersebut, waktu tempuh yang biasanya hanya beberapa jam molor hingga lebih dari satu hari, bahkan sampai 34 jam.
Tak jarang warganet mempertanyakan tindakan atau kompensasi apa yang diberikan pihak KAI kepada para penumpang.
“Penasaran kompensasinya dari KAI apa,” tulis akun @pendi dalam kolom komentar.
Jessica, pemilik akun menjelaskan selama perjalanan berlangsung KAI memberikan kompensasi kepada para penumpang. Pihak KAI sangat bertanggung jawab terhadap keluhan penumpang selama perjalanan.
“Selama perjalanan penumpang diberi kompensasi beberapa kali, air minum dan snack satu kali, serta makanan berat plus minum empat kali,” jelas Jessica dalam keterangan tertulisnya kepada detikTravel, Selasa (20/1/2026).
Meski sempat kehabisan stok makanan di dalam kereta, Jessica menjelaskan pihak KAI tetap berusaha memenuhi kebutuhan nutrisi bagi penumpang selama perjalanan. Walau tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang habis, Jessica tetap bersyukur atas kompensasi yang diberikan.
Selain itu, bagi penumpang yang turun di sejumlah stasiun sebelum Stasiun Pekalongan, Pihak KAI memberikan kompensasi refund 100 persen kepada para penumpang. Jessica menilai kinerja pihak KAI cukup baik dalam mengatasi masalah ini.
“Jujur semua petugas sangat baik, saya tidak ada keluhan sebab semua petugasnya bertanggung jawab dengan baik. Untuk yang lain aman-aman aja, awalnya mungkin stres tapi lama-lama terbiasa” jelas Jessica.
Keluhan lain yang dirasakan Jessica dan sebagian penumpang lain ada pada fasilitas dalam gerbong kereta yang tidak terlalu memadai.
Dalam perjalanan panjang selama 34 jam tersebut, air toilet sangat terbatas. Hal ini membuat penumpang harus turun dari kereta ketika berhenti di stasiun-stasiun kecil sepanjang perjalanan.
“Cuma ya itu air di toilet habis jadi setiap berhenti di stasiun harus antre panjang niay ke toilet,” tambahnya.
Jessica berharap ke depannya tidak akan ada lagi situasi seperti ini. Selain merugikan penumpang, situasi ini memberikan pengalaman kurang menyenangkan dalam perjalanan menggunakan kereta api.
Ia berharap KAI tetap mempertahankan sikap tanggung jawab dan komitmen yang baik dalam situasi seperti ini.
“Situasi ini terjadi akibat bencana banjir sehingga cukup sulit dikendalikan. Harapannya KAI dapat terus mempertahankan sikap tanggung jawab dan komitmen baik yang memang telah ditunjukkan,” jelas Jessica.
