Setu Cilodong di Depok kembali menjadi pusat perhatian warga, terutama para pemancing. mereka bersuka cita karena ikan-ikan baru saja ditebar di sana.
Menurut Yadi, salah satu seorang pemancing, jenis ikan yang dilepas beragam, mulai dari patin, bawal, hingga ikan mas.
“Tuh, banyak yang dapat. Tadi ikannya patin, ikan mas, sama bawal, total 2 ton,” ujar Yadi kepada detikTravel di Situ Cilodong, Kalibaru, Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (15/12/2025).
Di sepanjang tepi situ atau setu atau danau, deretan pemancing ramai memenuhi dan mengitari situ. Aktivitas itu berlanjut hingga sore hari atau malam hari. Beberapa pemancing memilih umpan sederhana, seperti Yudi yang menggunakan roti dan cacing untuk menarik ikan.
Kerumunan pemancing dan wisatawan di Situ Cilodong juga memberikan dorongan bagi pedagang kaki lima lokal. Vincent yang menjual minuman dingin, mengakui bahwa keuntungannya cukup, terutama pada akhir pekan.
Selain ramai di sore hari yang banyak pemancing, pagi hari juga banyak warga yang jogging. Vincent mulai berjualan sejak pagi hari, biasanya sekitar pukul 07.00 WIB, terutama pada Minggu ketika banyak warga lokal keluar untuk jogging.
“Alhamdulillah sih, Bang. Kemarin hari Minggu itu, saya dari pagi jam 07.00, langsung habis jam 8.00 pagi,” kata Vincent.
Sementara, Dedi, yang berjualan cilok, merasakan dampak juga dari kerumunan yang ramai. Dedi biasanya berjualan di sekolah pada pagi hari dan berpindah ke Setu Cilodong pada sore hari.
“Paling setengah harian mah, Kalau pagi di sekolahan dulu. Kalu sore lagi ramai gini, Alhamdulillah,” kata dia.
Para pedagang menikmati keuntungan yang signifikan, karena lokasi di pinggiran Setu Cilodong tempat mereka berjualan tidak dikenakan biaya sewa atau denda.
Aktivitas mancing dan pedagang di Setu Cilodong menyoroti potensi besar situ ini sebagai wisata dan sumber penghidupan. Namun, penanganan tantangan pengelolaan limbah harus menjadi prioritas untuk menjaga keindahan dan kesehatan lingkungan di situ ini yang masih agak kotor.
