Pernahkah traveler membayangkan berenang di fasilitas kelas dunia yang digunakan oleh atlet-atlet elite? Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta Pusat tempatnya.
Tempat ini cocok untuk mencoba berenang atau sekadar duduk santai menonton para perenang beraksi, seperti halnya di Stadion Softball GBK. Dengan fasilitas berstandar internasional yang luas dan kualitas air yang terjaga prima, pengalaman berenang di sini dijamin nyaman dan menyenangkan.
Jadwal dan Harga Tiket
Yang membedakan dengan lapangan softball, di Stadion Akuatik, pengunjung tak hanya menonton, tetapi bisa merasakan sensasi berenang di sini.
Pengelola GBK menyediakan slot waktu terbatas agar kenyamanan tetap terjaga. Setiap sesi berenang dibatasi selama 2 jam dengan jadwal sebagai berikut:
• Sesi 1: 10.00 – 12.00 WIB
• Sesi 2: 12.00 – 14.00 WIB
• Sesi 3: 14.00 – 16.00 WIB
Untuk harga tiket masuk, traveler perlu merogoh kocek sebesar Rp 110.000 per orang selama dua jam.
Sistem pembayaran di sini sudah sepenuhnya mengikuti tren digital. Pengunjung dapat melakukan pemesanan melalui e-booking serta melakukan pembayaran menggunakan QRIS maupun e-money.
Fasilitas dan Standar Internasional
Stadion ini berdiri megah di atas lahan seluas 24.000 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 23.000 meter persegi. Saat detikTravel berkunjung ke sana bersama JGG tur jalan kaki rute Senayan, Ilyas Subekti, pemandu walking tour dari Jakarta Good Guide, mengatakan, kolam utama di Stadion Akuatik menyandang status standar internasional, segala detail teknis air kolam sangat diperhatikan.
“pH airnya 7,2 sampai 7,8, terus suhunya 26 sampai 28 derajat Celcius… Kadar klorin juga diatur, klorin maksimal 2, 1 sampai 2,” ujar Ilyas, Kamis (10/1/2026).
Pengaturan kimiawi air yang presisi ini memiliki manfaat langsung bagi kenyamanan fisik. Berbeda dengan kolam renang biasa yang sering kali membuat rambut terasa kaku atau kasar seperti sapu ijuk setelah berenang, air di Stadion Akuatik GBK dijamin tidak akan merusak tekstur rambut pengunjung.
Salah satu kecanggihan yang ditawarkan adalah sistem pemeliharaan kolamnya. Untuk memastikan air tetap jernih dan higienis, pengelola mengerahkan 4 unit robot pembersih serta didukung oleh 16 orang karyawan.
Proses pembersihan dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada dini hari pukul 04.00 – 06.00 WIB dan malam hari pukul 22.00 – 24.00 WIB. Hal ini dilakukan agar saat sesi publik dibuka, kondisi kolam sudah kembali dalam keadaan prima.
Stadion Akuatik GBK dilengkapi 8.000 kursi penonton, tribune teleskopik, serta ruang pers dan broadcasting. Atap dibangun semi terbuka untuk mencegah terjadinya karat dari penguapan klorin sekaligus untuk mengontrol suhu air.
Sejarah Stadion Akuatik GBK
Merujuk arsip berita detikcom, kolam renang di kompleks GBK itu hasil renovasi besar-besaran saat Indonesia hendak menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Kolam renang itu diresmikan Presiden Soekarno pada 1962.
Saat itu, kolam ini termasuk fasilitas modern dan menjadi salah satu bangunan utama penyelenggaraan Asian Games 1962, bersama Stadion Utama, Stadion Tennis Indoor, dan Istora. Pada 1982, kolam tersebut diperluas dengan penambahan kolam baru, menjadikannya tiga kolam renang dan satu kolam loncat indah, sekaligus menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan regional.
Seiring waktu, kolam renang GBK menjadi pusat pembinaan atlet nasional, terutama perenang dan loncat indah yang tergabung dalam pelatnas. Namun, seiring bertambahnya usia, fasilitas ini mulai menunjukkan keterbatasan, kolam sudah terlalu padat, papan loncat indah tak lengkap, dan fasilitas latihan kering maupun keamanan atlet belum memenuhi standar internasional. bahkan, pelatnas renang pun sempat minggir dari sana dan memilih lokasi lain.
Renovasi besar-besaran menjelang Asian Games 2018 membawa dampak positif. Kompleks GBK direnovasi, termasuk Stadion Akuatik.






