Sudah 40 Hari Lahir, Bayi Panda Satrio Belum Bisa Dilihat Publik

Posted on

Kelahiran bayi giant panda bernama Satrio Wiratama di Indonesia baru-baru ini begitu membanggakan. Namun khalayak masih belum bisa melihatnya secara langsung.

Satrio lahir pada 27 November tahun lalu di Taman Safari Indonesia (TSI) Bogor. Hasil dari pengembangbiakan indukan giant panda yang dibawa langsung dari China pada 2017 lalu.

Meski kini sudah berusia 40 hari, Satrio masih belum bisa dilihat oleh pengunjung yang datang ke TSI Bogor. Dokter Hewan Bongot Huaso Mulia menyampaikan saat ini Satrio masih bergantung pada ibunya (Hu Chun: giant panda betina di TSI Bogor) dan masih dalam keadaan buta dan tuli (hal normal pasca lahir).

“Jadi saat ini panda ini masih dependent ya, masih sangat bergantung kepada induknya. Dia ini dalam kondisi buta dan tuli sampai usia 100 hari, jadi dia tidak bisa melihat, belum terbuka matanya, dan telinganya belum bisa mendengar juga,” kata dokter hewan yang memantau perkembangan Hu Chun dan Satrio itu di TSI Bogor, Selasa (6/1/2026).

“Jadi masih dalam kontrol induknya, umumnya umur 100 hari akan baru bisa buka telinga dan buka mata, kemudian umumnya ada usia empat bulan baru bisa merangkak kaki belakang, sedikit-sedikit kaki depan. Nah itu adalah waktu dia mulai independent pada temperatur,” lanjut drh. Bongot.

Sehingga kemungkinan Satrio bisa dilihat oleh pengunjung ketika ia menginjak usia setelah 100 hari.

“Ya kira-kira mengikuti perkembangan pandanya baru bisa buka mata dan berjalan, after 100 hari,” jelasnya.

Saat detikTravel di lokasi memang di area pada yang ada di TSI Bogor ini hanya bapak dari Satrio (Cai Tao) saja yang mejeng di rumahnya.