Syafiq Ali, Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Meninggal Dunia

Posted on

Seorang pendaki muda bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, akhirnya ditemukan. Setelah pencarian panjang selama 17 hari, Ali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Ali ditemukan pada Rabu (14/1/2026) pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, wilayah administratif Pemalang, Jawa Tengah. Lokasi penemuan berada jauh dari jalur pendakian seharusnya, tepatnya di area pelawangan dekat puncak.

Penemuan tersebut merupakan hasil pencarian tahap II yang dilakukan oleh Tim SAR Mandiri. Operasi itu melibatkan berbagai unsur relawan dan komunitas pecinta alam, setelah pencarian sebelumnya belum membuahkan hasil.

“Survivor ditemukan tadi pagi sekitar pukul 10.22 WIB. Lokasinya jauh melenceng dari jalur pendakian. Ali ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Abdul Kholiq Zainal (33), anggota SAR dari UPL MPA Universitas Jenderal Soedirman, saat dihubungi detikTravel.

Kholiq menjelaskan bahwa pencarian tahap dua dilakukan selama dua hari dengan pembagian tim ke beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Secara keseluruhan, upaya pencarian terhadap Ali telah berlangsung selama 17 hari sejak operasi SAR pertama kali dilakukan.

Saat jenazah ditemukan, suasana emosional tak terelakkan menyelimuti tim pencari.

“Semua gemetar. Perasaannya campur aduk, antara senang dan sedih. Senang karena Ali akhirnya ditemukan, tapi duka karena kondisinya sudah meninggal dunia,” tutur Kholiq, yang saat ini berada di basecamp pendakian Gunung Slamet, Dipayana.

Pernyataan resmi juga disampaikan oleh Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, yang membenarkan penemuan tersebut.

“Kami sampaikan bahwa survivor atas nama Ali Syafiq telah diketemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” kata Sutrisno.

Dia menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam operasi pencarian tahap dua. Tim SAR gabungan terdiri dari berbagai elemen, mulai dari Wanadri, UPL, MPA Unsoed, Mayapada, Wikupala, ABGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas, Komunitas RAPI, hingga dukungan Forkopimda dan Forkopimcam Kecamatan Pulosari.

“Alhamdulillah, berkat kerja sama semua pihak yang terlibat, survivor akhirnya dapat ditemukan,” ujar Sutrisno.