Takut Terbang? Coba 4 Tips Ini Agar Perjalanan Udara Lebih Tenang

Posted on

Bagi sebagian orang, perjalanan udara bisa menjadi pengalaman yang menegangkan. Rasa cemas, takut turbulensi, hingga kekhawatiran berlebihan sering muncul sejak sebelum pesawat lepas landas. Tak heran jika takut terbang atau flight anxiety masih menjadi masalah umum bagi banyak penumpang.

Padahal, pesawat merupakan salah satu moda transportasi paling aman di dunia. Dengan persiapan yang tepat dan cara mengelola kecemasan, perjalanan udara bisa terasa jauh lebih nyaman dan menenangkan. Berikut empat tips sederhana yang bisa dicoba agar pengalaman terbang menjadi lebih rileks dan menyenangkan.

Penyebab Takut Naik Pesawat

Aerophobia atau ketakutan naik pesawat dapat disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, mulai dari kondisi psikologis, pengalaman traumatis di masa lalu, hingga rasa takut kehilangan kendali. Dalam banyak kasus, ketakutan ini juga berkaitan dengan fobia lain yang sudah dimiliki seseorang sebelumnya.

Melansir informasi Healthline, Sabtu (10/1/2026), rasa takut atau kecemasan saat penerbangan kerap dipicu oleh pengalaman traumatis serta gangguan kecemasan. Selain itu, klaustrofobia juga menjadi salah satu faktor yang dapat memperparah rasa cemas selama berada di pesawat. Klaustrofobia merupakan kondisi ketika seseorang mengalami ketakutan berlebihan terhadap ruang sempit, tertutup, atau terasa sesak.

Kondisi kabin pesawat yang relatif terbatas dan padat penumpang dapat memicu klaustrofobia tersebut. Akibatnya, penumpang bisa mengalami rasa cemas berlebihan, gelisah, hingga ketidaknyamanan selama penerbangan berlangsung.

Tips Untuk Penumpang yang Takut Naik Pesawat

Merangkum informasi dari beberapa sumber, berikut sejumlah tips yang bisa traveler terapkan untuk mengatasi rasa takut naik pesawat:

1. Pilih Penerbangan di Pagi Hari

Mengutip laman Daily Star, Pilot Jerry Johnson dari Amrika menyarankan penumpang yang takut naik pesawat memilih penerbangan pagi. Penerbangan pagi umumnya terasa lebih tenang karena kondisi udara masih relatif stabil.

Johnson menjelaskan pemanasan dan udara bergelombang rentan terjadi di penerbangan sore hari. Sehingga penerbangan kerap terjadi turbulensi. Selain itu, jadwal pagi biasanya memiliki risiko keterlambatan yang lebih kecil, sehingga dapat mengurangi rasa cemas sejak sebelum keberangkatan.

2. Pilih Kursi Paling Dekat dengan Bagian Depan

Duduk di bagian depan pesawat dapat memberikan rasa aman bagi sebagian penumpang. Area ini cenderung terasa lebih stabil dan lebih dekat dengan awak kabin, sehingga penumpang bisa merasa lebih tenang jika membutuhkan bantuan.

3. Jangan Duduk di Belakang

Bagian belakang pesawat sering kali lebih terasa guncangan saat turbulensi terjadi, hal ini dijelaskan oleh Pilot bernama Patrick Smith. Bagi penumpang yang memiliki kecemasan tinggi, memilih kursi di tengah atau depan pesawat dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama penerbangan.

Meski begitu, turbulensi sebenarnya tidak berbahaya dan merupakan kondisi normal dalam penerbangan pesawat, Pilot Smith juga mengimbau penumpang untuk tidak perlu khawatir.

4. Pilih Tempat Duduk Paling Aman

Meski seluruh kursi pesawat telah memenuhi standar keselamatan, memilih tempat duduk yang terasa nyaman secara psikologis tetap penting. Misalnya, kursi dekat sayap yang dikenal lebih stabil atau kursi lorong bagi yang mudah merasa sesak.

5. Tetap Fokus

Healthline juga membagikan sejumlah tips untuk mengatasi rasa takut ketika penerbangan, yaitu tetap fokus. Saat rasa cemas muncul, cobalah fokus pada pernapasan. Tarik napas dalam secara perlahan dan hembuskan secara teratur. Mengubah pola pikir dengan mengingat bahwa penerbangan adalah moda transportasi yang aman juga dapat membantu menenangkan diri.

6. Cari Kesibukan dan Alihkan Pikiran. Bisa nonton, dengar musik atau tidur

Mengisi waktu dengan aktivitas ringan seperti menonton film, mendengarkan musik, membaca, atau tidur dapat membantu mengalihkan pikiran dari rasa takut. Semakin pikiran teralihkan, kecemasan pun bisa berkurang.

7. Antisipasi Rasa Cemas

Latihan meditasi, teknik relaksasi, atau berkonsultasi dengan psikolog bisa menjadi langkah antisipatif. Membiasakan diri dengan lingkungan pesawat, misalnya dengan sering terbang jarak pendek, juga dapat membantu mengurangi kecemasan secara bertahap.

8. Temukan Rasa Takut

Mengetahui apa yang sebenarnya ditakuti sangat penting. Jika takut kehilangan kendali, pelajari prosedur keselamatan penerbangan. Jika takut kecelakaan, pahami standar keamanan maskapai yang dipilih. Sementara bagi penumpang yang mengalami klaustrofobia, memilih kursi dengan ruang lebih luas atau dekat lorong bisa menjadi solusi.