Mengeksplorasi banyak tempat menjadi hobi bagi sebagian orang. Traveling tidak hanya mengunjungi destinasi-destinasi populer yang dipadati wisatawan, tetapi juga menyambangi tempat-tempat unik yang jarang terjamah manusia atau tempat baru yang perlu dieksplorasi.
Namun, ternyata di berbagai belahan dunia, terdapat beberapa lokasi menakjubkan tapi hanya bisa dikagumi dari jauh. Mengapa? karena tempat-tempat ini dilarang untuk dikunjungi wisatawan.
Ada banyak alasan tempat-tempat ini dilarang untuk dikunjungi, mulai dari situasi konflik antarnegara, tempat yang mematikan, hingga situs budaya yang dijaga.
1. Haiti
Haiti merupakan sebuah negara yang terletak di Kepulauan Karibia. Negara ini terkenal sebagai negara kulit hitam merdeka pertama di dunia dan negara termiskin di Benua Amerika. Tahukah traveler? Haiti dikenal juga sebagai lokasi rawan penculikan, kejahatan, kerusakan sipil, dan bencana alam. Alasan inilah yang membuat Amerika Serikat mengeluarkan larangan bepergian ke Haiti kepada masyarakatnya.
Padahal Haiti sendiri memiliki bangunan-bangunan sejarah dan lanskap alam yang indah, salah satunya adalah bangunan sisa reruntuhan Istana Sans-Souci dan Benteng Citadelle Laferriere yang berada di puncak gunung Bonnet a I’Eveque.
2. Pulau Gruinard, Skotlandia
Pulau Gruinard merupakan sebuah pulau kecil yang terletak di lepas pantai barat Skotlandia, Britania Raya. Pulau ini terkenal sebagai tempat paling mencekam dan memiliki masa lalu yang kelam.
Pada masa Perang Dunia II, pulau ini digunakan sebagai lokasi uji coba senjata biologis Angkatan Bersenjata Inggris dan menjadi tempat terkarantina selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya pada tahun 1990, pulau ini dibebaskan.
Pada tahun 2022, terjadi kebakaran hutan di seluruh kawasan pulau yang menghanguskan pantai dan membuat tebing-tebing pulau semakin terjal. Hal ini menambah citra buruk bagi Pulau Gruinard dan membuatnya menjadi destinasi yang jarang dikunjungi wisatawan.
3. Gua Lascaux, Prancis
Gua Lascaux merupakan peninggalan prasejarah yang berada dekat dari Desa Montignac, barat laut Prancis. Gua ini ditemukan pada tahun 1940 oleh empat anak laki-laki secara tidak sengaja saat menjelajah kawasan tersebut.
Di dalam gua tersebut terdapat lukisan gua Paleolitik terbaik di dunia yang menggambarkan mamalia besar seperti benteng, bison, kucing, badak, dan beruang. Lukisan ini dipercaya dibuat sejak tahun 1700-1500 SM.
Lalu mengapa Gua Lascaux dilarang dikunjungi? Ketika banyak wisatawan berkunjung ke dalam kawasan gua, lukisan-lukisan yang berada di sana rusak dan memburuk akibat gas karbon dioksida yang dikeluarkan oleh manusia, sedangkan gas oksigen sangat jarang di sana. Sehingga pemerintah resmi menutup Gua Lascaux pada tahun 1963 untuk menjaga peninggalan prasejarah.
Kini, Gua Lascaux resmi menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO yang tetap dijaga dan dilestarikan.
4. Tigray, Ethiopia
Wilayah dataran tinggi Tigray di Ethiopia utara dikenal memiliki kekayaan budaya dan warisan keagamaan yang sangat tinggi. Namun, kondisi keamanan yang belum sepenuhnya stabil akibat konflik bersenjata dan kerusuhan sipil. Hal ini membuat Tigray masuk dalam daftar negara yang dilarang untuk dikunjungi dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan oleh FCDO Inggris.
Tigray merupakan salah satu daerah yang paling terdampak oleh perang selama dua tahun yang berlangsung antara 2020 hingga 2022. Meski konflik tersebut telah dinyatakan berakhir secara resmi, situasi di kawasan ini masih dinilai rentan dan rawan, sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi.
Padahal, Tigray memiliki sejumlah destinasi bersejarah kelas dunia seperti situs arkeologi Aksum, yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini dikenal dengan deretan obelisk batu raksasa serta Gereja St. Mary of Zion, gereja Kristen bersejarah yang diyakini pernah menjadi tempat penyimpanan Tabut Perjanjian dalam tradisi Alkitab, yang kini konon disimpan di Kapel Tablet di area sekitarnya.
5. Ilha da Queimada Grande, Brasil
Ilha da Queimada Grande merupakan sebuah pulau hijau nan subur yang terletak sekitar 32 km dari pantai Sao Paulo. Pulau ini dikenal sebagai habitat ular berbisa dan dijuluki Pulau Ular. Terdapat sebanyak 2.000 hingga 4.000 spesies ular berbisa di pulau ini.
Salah satu spesies ular paling mematikan yang hidup di Ilha da Queimada Grande yaitu Golden Lancehead Viper. Disebut Golden Lancehead Viper bukan tanpa alasan, ular ini memiliki kepala bertombak emas. Ular ini memiliki bisa yang dapat merobek daging dan sangat mematikan.
Inilah yang menyebabkan Ilha da Queimada Grande bukan tempat yang aman untuk manusia. Walau menyimpan pemandangan laut biru yang indah dengan lanskap langit terpantul dari beningnya air laut, pulau ini bukan tempat yang boleh dikunjungi.
