Terlalu Ramai dan Berisiko, Spot Foto Ikonik di Australia Ditutup

Posted on

Salah satu lokasi wisata paling populer di kawasan Blue Mountains, Australia, akan ditutup sementara akibat lonjakan jumlah wisatawan yang dinilai sudah melewati batas aman.

Lincoln’s Rock adalah sebuah titik pandang di Wentworth Falls, Sydney yang dikenal luas sebagai spot foto favorit dengan latar tebing nan indah. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi yang dulunya relatif sepi ini berubah menjadi magnet wisatawan.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (23/1/2026) setiap akhir pekan, pengunjung datang berbondong-bondong untuk berfoto di tepi tebing dan membagikannya ke media sosial. Kondisi tersebut memicu berbagai persoalan, mulai dari erosi batuan, aksi vandalisme, hingga kekhawatiran akan potensi kecelakaan serius.

Dewan Kota Blue Mountains mengumumkan bahwa Lincoln’s Rock akan ditutup sementara mulai Kamis, 22 Januari 2026, untuk jangka waktu minimal tiga bulan. Penutupan dilakukan sebagai respons atas meningkatnya risiko keselamatan dan kerusakan lingkungan di area pengamatan tebing yang tidak dilengkapi pagar pengaman.

Dalam pernyataan resminya, pihak dewan menegaskan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama. Selama masa penutupan, pemerintah setempat akan menyiapkan solusi jangka panjang guna memastikan akses yang lebih aman sekaligus mengendalikan pertumbuhan jumlah pengunjung yang terus meningkat pesat.

Wali Kota Blue Mountains, Mark Greenhill, mengungkapkan bahwa popularitas Lincoln’s Rock melonjak tajam sejak 2023, setelah Jennie dari grup K-pop Blackpink membagikan kunjungannya ke lokasi tersebut kepada puluhan juta pengikut di media sosial. Sejak saat itu, arus wisatawan meningkat drastis.

Greenhill mengaku tak ingin menunggu hingga terjadi korban jiwa sebelum mengambil tindakan tegas. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah terlalu berbahaya dan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Jumlah pengunjung yang tak terkendali juga memperparah kemacetan di area tersebut serta mempercepat kerusakan tebing. Ia menambahkan pertumbuhan kunjungan yang begitu cepat membuat infrastruktur yang ada tak lagi mampu menampung jumlah wisatawan.

Bahkan, permukaan batu di tepi tebing terlihat mengilap akibat terkikis oleh ribuan orang yang berdiri dan berpose di titik yang sama. Warga sekitar pun mulai menunjukkan rasa frustrasi.

Baru-baru ini, sempat muncul papan larangan tidak resmi yang dipasang oleh warga setempat, menyebutkan bahwa Lincoln’s Rock ditutup akibat vandalisme dan pengabaian yang terus terjadi. Meski papan tersebut segera dicopot, beberapa tanda serupa kembali ditemukan di area sekitar.

Seperti banyak titik pandang lain di Blue Mountains, Lincoln’s Rock tidak memiliki pagar pembatas. Pada 2019, seorang remaja pernah terjatuh dari tebing setinggi sekitar 30 meter dan mengalami cedera serius, termasuk patah tulang rusuk, retak tulang belakang, dan cedera pada tulang belikat.

Sebagai langkah awal, sejak November lalu, Dewan Kota Blue Mountains telah memutuskan untuk meningkatkan patroli penjaga hutan saat periode ramai, menambah rambu peringatan, menyediakan toilet sementara, serta membentuk kelompok penasihat untuk merancang pengelolaan kawasan tersebut dalam jangka panjang.