Thailand resah dengan populasi hiu macan tutul yang terus menurun hingga masuk daftar berstatus terancam punah. Kini, mereka melepaskan hiu itu ke laut lepas.
Dilansir dari Reuters, Selasa (27/1/2026) langkah itu dilakukan Thailand setelah berdiskusi dengan para konservasionis. Mereka melepaskan seekor hiu macan tutul indo-pasifik ke perairan biru di lepas pantai Pulau Maiton di Thailand selatan.
Pelepasan itu sebagai upaya pertama Thailand untuk mengembalikan spesies yang terancam punah tersebut ke alam liar. Ya, populasi hiu macan tutul menurun tajam di alam liar selama dekade terakhir karena penangkapan ikan berlebihan dan hilangnya habitat, meskipun mereka berkembang pesat di akuarium.
Pelepasan hiu macan tutul terakhir dilakukan pada Desember. Saat itu, hiu yang dilepaskan di antaranya hiu Maiton, Hope, Spot, dan Toty, masing-masing berusia hampir dua tahun.
Mereka merupakan empat dari tujuh anak hiu yang telah dilepaskan sejauh ini. Anak-anak hiu macan tutul itu dibiakkan dan dibesarkan di akuarium selama sekitar satu tahun.
Sebelum dilepaskan, semua anak hiu tersebut menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk belajar hal-hal yang mereka butuhkan di alam liar. Termasuk, menyesuaikan diri dengan kondisi alam di kandang laut di dekat dermaga di Maiton Resort.
“Kandang laut ini dibangun untuk mengaklimatisasi hiu dengan lingkungannya dan para pengasuh hiu merawat hiu, memberi makan setiap hari, mencatat pertumbuhan mereka, dan juga mencatat kesehatan umum mereka agar dapat menjaga kesehatan mereka dan melatih mereka untuk hidup di alam liar,” kata Metavee Chuangcharoendee, manajer proyek StAR Project Thailand, sebuah kemitraan yang diluncurkan pada 2025 antara pemerintah, LSM, dan akuarium.
Dua hari sebelum keempat anak hiu tersebut dilepaskan, dokter hewan laut melakukan pemeriksaan kesehatan terakhir untuk memastikan mereka layak dikembalikan ke laut.
Pemeriksaannya termasuk pemeriksaan ultrasonik untuk menilai kesehatan internal hiu, bersamaan dengan pemasangan alat pelacak akustik, pengambilan sampel DNA, dan pengukuran, sebelum hewan-hewan tersebut dinyatakan layak untuk dilepaskan.
Meskipun spesies ini dilindungi berdasarkan undang-undang konservasi satwa liar Thailand, Metavee mengatakan upaya yang lebih luas seperti melindungi habitat, mengurangi polusi, dan meningkatkan pengelolaan sumber daya laut, sangat penting untuk kelangsungan hidup jangka panjang hiu di alam liar.
Hiu macan tutul (Stegostoma tigrinum), yang juga disebut hiu zebra, biasa ditemukan di perairan pantai tropis yang dangkal (terumbu karang, dasar berpasir, dan berbatu) di seluruh wilayah Indo-Pasifik, dari Laut Merah hingga Kepulauan Marshall.
Lokasi utama untuk penampakan termasuk Raja Ampat dan Pulau Maratua (Kalimantan Timur) di Indonesia, dan pantai Laut Andaman di Thailand
Dikutip dari Mongabay, di Indonesia, ada ReShark yaitu upaya pertama di dunia untuk mengembalikan hiu terancam punah ke habitat alam liarnya kembali yang diinisiatif oleh Re:wild sejak 2022. Upaya itu dilakukan bekerja sama dengan IUCN Shark Specialist Group, Conservation International, Association of Zoos and Aquariums, dan 105 lembaga mitra di 20 negara.
Tentu saja, tujuan untuk memulihkan populasi hiu macan tutul indo-pasifik atau yang juga dikenal sebagai hiu zebra (Stegostoma tigrinum) ke terumbu karang tempat spesies tersebut hampir punah.
